Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog: 100 Titik Infrastruktur Pascapanen Telah Rampung Ditetapkan

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 15:57 WIB | Oleh:
Bulog: 100 Titik Infrastruktur Pascapanen Telah Rampung Ditetapkan Doc: antara foto
Ket. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani

JAKARTA - Perum Bulog menyatakan 100 titik pembangunan infrastruktur pascapanen telah rampung disetujui dalam rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan siap ditindaklanjuti ke tahap administrasi berikutnya.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan 100 titik tersebut tersebar di 26 kantor wilayah Bulog dan 92 kabupaten/kota.

“Alhamdulillah tadi sudah disetujui dari 100 lokasi tersebut, ini harapan kami dalam waktu dekat kami akan menindaklanjuti dengan proses-proses administrasi berikutnya,” kata Ahmad usai rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Rabu (22/4).

Ia menjelaskan tindak lanjut tersebut mencakup penyelesaian tahapan administrasi lanjutan yaitu penandatanganan oleh Menteri Pertanian dan Menteri Koordinator Bidang Pangan untuk pengesahan.

Sementara itu, lanjutnya, proses administrasi terkait studi kelayakan, pertimbangan teknis, dan asesmen awal telah rampung dilakukan.

“Studi kelayakan dari Bulog itu sudah disetujui 100 persen, kemudian pertimbangan teknis dari Kementerian Pertanian juga sudah 100 persen, ditambah dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara) berupa asesmen juga sudah 100 persen,” ujarnya.

Ahmad mengatakan pembangunan infrastruktur pascapanen tidak hanya berupa gudang, tetapi disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing titik.

Ia menyebut kapasitas gudang bervariasi mulai dari 1.000 ton hingga 3.500 ton per unit, dengan tambahan fasilitas seperti pengering (dryer), rice milling unit (RMU), dan pengemasan di daerah tertentu.

“Kalau kami hitung dengan total jumlah bangunan, itu lebih kurang untuk (menampung) sekitar 900.000 ton,” ujarnya.

Ia menambahkan pembangunan akan diprioritaskan di wilayah sentra produksi pangan seperti Jawa, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, sekaligus menjangkau daerah terpencil seperti Morotai dan Natuna.

Menurut dia, infrastruktur pascapanen itu disiapkan untuk memperkuat stok pangan nasional serta meningkatkan efisiensi penanganan hasil panen di berbagai wilayah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) sebelumnya mengatakan pembangunan 100 titik infrastruktur tersebut diperlukan karena kapasitas penyimpanan beras pemerintah semakin terbatas seiring meningkatnya stok nasional.

“Sekarang gudang Bulog isinya sudah 4,9 juta ton. Oleh karena itu kita kewalahan mengenai gudang,” kata Zulhas.

Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk pembangunan 100 titik tersebut. Menurut dia, infrastruktur yang dibangun akan menggunakan desain yang menyesuaikan perkembangan teknologi penyimpanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.