Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Cirebon Sebut Pembongkaran Rel Peninggalan Belanda untuk Keselamatan dan Penataan Kawasan

7 Senin, 20 Apr 2026, 17:35 WIB | Oleh:
Pemkot Cirebon Sebut Pembongkaran Rel Peninggalan Belanda untuk Keselamatan dan Penataan Kawasan Pemkot Cirebon Sebut Pembongkaran Rel Peninggalan Belanda untuk Keselamatan dan Penataan Kawasan Doc: antara foto
Ket. Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Senin (20/4).

CIREBON - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat menyebut pembongkaran jembatan rel peninggalan Belanda di Sungai Sukalila dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan serta penataan kawasan tersebut.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Senin (20/4), mengatakan kondisi struktur jembatan rel yang sudah tidak layak menjadi alasan utama dilakukannya pembongkaran.

Ia menjelaskan kekuatan jembatan tersebut diperkirakan hanya tersisa sekitar 30 persen sehingga berpotensi roboh, serta menjadi pertimbangan teknis untuk mengambil langkah pembongkaran.

"Kalau sampai roboh, dikhawatirkan bisa menimpa pipa gas di sebelahnya dan itu berpotensi menimbulkan masalah baru," katanya.

Edo juga menyebutkan pembongkaran rel tersebut bertujuan untuk memperlancar aliran air di Sungai Sukalila, karena kawasan tersebut sedang dalam tahap normalisasi.

Sejak awal, kata dia, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait mengenai status jembatan rel tersebut.

Pemerintah daerah juga telah menyampaikan surat kepada pihak terkait sebelum pembongkaran dilakukan.

Selain itu, ia menyebutkan evaluasi yang dilakukan menunjukkan jembatan tersebut belum tercatat sebagai cagar budaya.

“Pemiliknya adalah KAI dan memang kami juga sudah bersurat. Sebelum ada kami bersurat, kami juga sudah dievaluasi bahwa (jembatan rel) itu tidak termasuk dalam pencatatan cagar budaya,” katanya.

Terkait polemik yang muncul, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan menilai hal tersebut sebagai bagian dari aspirasi publik.

"Ini bukan keinginan pribadi, tetapi untuk kepentingan Kota Cirebon dan keselamatan bersama," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon Umar Stanis Klau mengatakan pihaknya telah menerima permohonan resmi untuk melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) dari berbagai kalangan, mulai dari pemerhati budaya hingga pemerhati sejarah.

Ia menambahkan, RDP tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menjelaskan persoalan secara terbuka dengan menghadirkan seluruh pihak terkait.

"Kami sebagai wakil rakyat sudah menerima surat permohonan RDP secara resmi dari para pemerhati budaya, sejarah, dan cagar budaya," kata Umar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Nasional
Mendikdasmen Ungkap 14.000 ...
Advertisement
Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89   

Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89  

07 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.