Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Destinasi Wisata di Aceh Tamiang Belum Pulih Pascabencana

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 22:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Destinasi Wisata di Aceh Tamiang Belum Pulih Pascabencana Doc: Antara
Ket. Kondisi objek wisata air terjun Sangka Pane, Kecamatan Bandar Pusaka pascabanjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh Tamiang, Minggu (1/2/2026).

Banda Aceh - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) mencatat dua bulan pasca-bencana banjir bandang, kondisi destinasi wisata alam di daerah itu masih lumpuh total dan tanpa pengunjung.

"Dua bulan terakhir ini wisatawan sama sekali nggak ada. Pasca-bencana tercatat pengunjung nol, baik ke destinasi air terjun maupun wisata bahari (pantai)," kata Kabid Pariwisata dan Ekonomi Disparpora Aceh Tamiang Thamrindu Lubis di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu.

Padahal, katanya, jumlah wisatawan yang datang sebelum banjir terbilang besar hampir, 1.000 orang setiap pekan di satu lokasi objek wisata.

Jumlah wisatawan lokal dan luar daerah per tahun yang masuk Aceh Tamiang tercatat 70 ribu pengunjung, tersebar di 14 destinasi wisata alam.

Biasanya, pengunjung terbanyak ke objek wisata pemandian sungai Gunung Pandan Tenggulun, bisa mencapai 600 wisatawan per minggu, sedangkan Pantai Pulau Rukui di pesisir Banda Mulia 800 pengunjung per pekan.

"Tapi hari ini tidak ada pengunjung datang karena masih terkendala akses jalan menuju objek wisata penuh lumpur dan kayu," ujarnya.

Dia mengatakan dari 14 objek wisata alam di Aceh Tamiang, Gunung Pandan dan Pulau Rukui paling diminati wisatawan, serta pemandian air panas di Desa Kaloy, Tamiang Hulu yang sudah memiliki fasilitas umum lengkap.

Namun, kini kondisi tiga destinasi wisata andalan masyarakat Aceh Tamiang tersebut, porak-poranda setelah banjir dan tanah longsor. Seluruh fasilitas umum, seperti homestay, pondok santai, gazebo dan MCK rusak berat.

"Saat ini destinasi wisata Aceh Tamiang dari hulu sampai hilir semua hancur. Termasuk sarana-prasarana fasilitas umum yang dibangun oleh pemerintah, sekitar 50-60 persen hancur," katanya.

Ia menjelaskan kondisi objek wisata Gunung Pandan saat ini, pasca-bencana.

"Ada sedikit tinggal di destinasi Gunung Pandan karena daerah tinggi, tetapi di sana longsor. Nah, jadi untuk saat ini semua jalan dan lintasan menuju ke destinasi itu belum bisa dilewati," katanya.

Dirinya mengaku membutuhkan waktu lama untuk memulihkan destinasi wisata yang terdampak bencana,termasuk objek wisata alam air terjun yang dipenuhi batang kayu terbawa air bah.

Meski demikian, pihaknya menargetkan setelah Lebaran 2026 salah satu objek wisata primadona di wilayah hulu, yaitu Gunung Pandan Tenggulun, diupayakan beroperasi kembali untuk menarik minat pengunjung.

"Kami sudah panggil semua kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa masing-masing untuk mendata kerusakan dan kebutuhan alat yang diperlukan kami akan segera fasilitasi," demikian Thamrindu Lubis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.