Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hashim Djojohadikusumo Akui Masalah MBG, Minta Pengawasan Diperketat

📅 Senin, 20 Apr 2026, 05:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hashim Djojohadikusumo Akui Masalah MBG, Minta Pengawasan Diperketat Doc: Antara
Ket. Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo saat menyampaikan sambutan pada acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Minggu (19/4).

Jakarta - Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menyebut kelemahan dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejauh ini merupakan hal yang wajar, sehingga perlu pengawalan lebih ketat.

Dalam sambutannya pada acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Minggu (19/4) malam, Hashim berharap pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) dapat membantu mengawal pelaksanaan MBG di desa-desa.

"Kita lihat memang ada kelemahan-kelemahan, misalnya keracunan, ada timbulnya belatung-belatung, dan sebagainya; tetapi saya kira ini suatu hal yang cukup wajar karena program MBG ini program pertama yang dilaksanakan, yang meliputi begitu banyak penerima manfaat," kata Hashim.

Dia pun mengakui program MBG mendapat banyak kritik dari masyarakat. Namun demikian, menurut Hashim, aspirasi tulus dari rakyat tersebut perlu ditanggapi.

Hashim menekankan bahwa MBG merupakan program strategis untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa. Program tersebut dirancang berawal dari keresahan Presiden Prabowo Subianto atas kondisi tengkes atau stunting yang dialami anak-anak Indonesia pada sekitar tahun 2006.

"Saya ingat, ini menurut Kementerian Kesehatan, waktu itu, 30 persen anak-anak Indonesia menderita stunting. Sewaktu itu, Pak Prabowo bilang ke saya, ‘Kalau ini tidak bisa ditanggulangi, kondisi yang berat ini, kita bisa bayangkan 20 tahun kemudian’,” kata Hashim.

Oleh karena itu, dia menilai pengawalan terhadap implementasi program MBG penting untuk dilakukan.

Pada acara yang diselenggarakan Abpednas tersebut, Hashim mengatakan bahwa pengurus bisa berkontribusi mendampingi jalannya program MBG agar tidak terjadi penyelewengan hingga memastikan mutu makanan tetap terjaga.

Dia pun menyoroti aplikasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang digagas Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel).

"Saya dengar dari Pak Reda (Jamintel Reda Manthovani, red.) sudah ada aplikasi yang bisa segera dipakai. Seluruh anggota Abpednas kami harapkan, mungkin lebih dari 300 ribu, nanti anggota Abpednas setiap desa 73 ribu, bisa ada lima anggota. Dengan aplikasi ini, bisa foto, bisa menjaga mutu daripada makanan ini, ini akan sangat-sangat membantu pemerintah. Ini salah satu tugas yang mulia, yang luar biasa, menjaga MBG," jelas Hashim.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, yang juga hadir pada acara tersebut, menegaskan komitmen lembaganya untuk melakukan pengawasan menyeluruh terhadap program MBG.

"Tentu saja ini menjadi pengawasan menyeluruh, tidak hanya pemanfaatan dananya, tetapi juga kualitas menu," kata Dadan ditemui usai acara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.