Di Balik Bulir Padi Huma, Tersimpan Syukur Masyarakat Badui
📅 Senin, 20 Apr 2026, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis"Kami menanam di lahan itu bisa menghasilkan pendapatan ekonomi dan ketersediaan pangan keluarga," katanya.
Tetua adat yang juga Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak, Banten Jaro Oom mengatakan bahwa sumber mata pencaharian masyarakat Badui dengan penduduk sekitar 16 ribu jiwa tersebar di 68 kampung dan di antaranya tiga kampung Badui Dalam dari penghasilan bercocok tanam ladang.
Masyarakat Badui juga hingga kini belum pernah kelaparan maupun kerawanan pangan, karena memiliki cadangan pangan dari hasil panen padi huma.
Bahkan, cadangan pangan itu di antaranya ada padi yang bertahan hingga 500 tahun dengan kondisi berwarna hitam.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita merasa bersyukur panen padi tahun ini melimpah, sehingga stok pangan terus bertambah," kata Jaro Oom.
Sementara Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan, panen huma masyarakat Badui bagus, karena sistem pertanian mereka berbasis kearifan lokal, mulai menanam padi huma tanpa bahan kimia (organik) dan hasilnya disimpan di leuit sebagai cadangan pangan.
Artinya, ujarnya, pertanian Badui ini sangat kuat untuk ketahanan pangan keluarga dan komunitasnya, karena mandiri, berkelanjutan, dan tidak tergantung pasar, tidak bergantung pasokan dari luar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini menjadi contoh bahwa kearifan lokal juga bisa mendukung ketahanan pangan daerah," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!