Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Balik Bulir Padi Huma, Tersimpan Syukur Masyarakat Badui

📅 Senin, 20 Apr 2026, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Di Balik Bulir Padi Huma, Tersimpan Syukur Masyarakat Badui Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Petani Badui di Lebak, Banten menjemur gabah yang sudah diikat dari hasil panen buma agar mengering untuk disimpan di rumah lumbung pangan atau leuit sebagai cadangan pangan keluarga.

LEBAK – Di hamparan ladang huma yang menguning di pedalaman Kabupaten Lebak, senyum para petani Badui merekah lebih lebar dari biasanya.

Musim panen kali ini datang dengan berkah yang jarang terulang—bulir padi terisi penuh, batang-batang berdiri kokoh, dan yang paling disyukuri, nyaris tanpa gangguan hama maupun penyakit.

Sejak pagi, langkah kaki menyusuri pematang terasa ringan. Suara gesekan padi yang dipanen berpadu dengan tawa kecil, seolah menjadi penanda bahwa kerja keras berbulan-bulan akhirnya terbayar.

Bagi masyarakat Badui, bertani bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari laku hidup yang menyatu dengan alam.

Mereka menjaga ritme tanam, mengikuti aturan adat, dan menahan diri dari praktik yang berpotensi merusak keseimbangan lingkungan.

Tahun ini, alam seperti memberi balasan. Curah hujan datang tepat waktu, tanah tetap subur, dan tanaman tumbuh tanpa gangguan berarti. “Ini berkah,” begitu yang kerap terucap, sederhana namun sarat makna.

Di balik hasil panen yang melimpah, tersimpan keyakinan bahwa harmoni dengan alam bukan sekadar prinsip, tetapi kunci keberlanjutan.

Di lumbung-lumbung tradisional, padi mulai tersimpan rapi—bukan hanya sebagai cadangan pangan, tetapi juga simbol ketahanan hidup yang diwariskan turun-temurun.

Bagi para petani Badui, panen kali ini bukan hanya soal hasil, melainkan pengingat bahwa kesederhanaan dan kearifan lokal tetap relevan di tengah perubahan zaman.

"Kami bersama petani di sini cukup bagus hasil panen padi huma," kata Santa (55) seorang petani Badui saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Senin (20/4).

Panen padi huma berlangsung serempak dari awal April 2026 dari tanam November 2025, karena padi huma itu menggunakan benih varietas lokal dengan masa panen enam bulan.

"Kami perkirakan panen padi huma bisa menghasilkan sekitar 350 ikat gabah (geges) dari luas tanam satu hektare kurang," kata Santa.

Menurut Santa, hasil panen padi huma itu nantinya dibawa ke rumah di permukiman Badui dan dimasukkan padi yang diikat itu ke rumah lumbung-lumbung pangan atau "leuit" sebagai cadangan pangan keluarga.

Saat ini, dirinya bersama puluhan petani lainnya menggarap lahan Perum Perhutani di kawasan Cicuraheum untuk ditanami padi huma, hortikultura, dan palawija.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Mbappe Cedera Lutut, Tingga...
Rona
Lucasfilm Memilih Sutradara...
Luar Negeri
Peringatan dari Para Tokoh ...

Swasembada Susu Masih Terbentur Impor

47 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Swasembada Susu Masih Terbe...
Ekonomi
KIH Perkuat Daya Saing Prod...

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali untuk Lindungi Hak Mbak-mbak PRT

47 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemkot Surabaya Siapkan Per...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.