Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPOM Dorong Optimalisasi Produksi Obat Hadapi Tekanan Global

📅 Senin, 20 Apr 2026, 15:50 WIB | Oleh:
BPOM Dorong Optimalisasi Produksi Obat Hadapi Tekanan Global Doc: antara foto
Ket. Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (20/4).

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong optimalisasi kapasitas produksi obat dalam negeri sebagai langkah mitigasi menghadapi dampak konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel yang berpotensi menimbulkan keterbatasan ekspor dan kenaikan harga obat.

“Rekomendasi dan langkah mitigasi Badan POM telah dilakukan, yaitu pengawasan berbasis teknologi dan optimalisasi kapasitas produksi," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (20/4).

Lebih lanjut, dalam tayangan paparan yang disampaikan Taruna Ikrar pada rapat tersebut, disebutkan upaya mendorong optimalisasi kapasitas produksi obat nasional dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), khususnya terkait obat generik.

Dalam kondisi krisis, pemerintah mendorong pembatasan sementara produksi obat branded generic agar kapasitas industri dapat difokuskan pada pemenuhan kebutuhan obat esensial bagi masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaga ketersediaan obat di tengah tekanan global, sekaligus menekan potensi lonjakan harga akibat gangguan pasokan bahan baku dan meningkatnya biaya produksi.

Langkah mitigasi lainnya yang ditempuh BPOM adalah kebijakan pendampingan industri masa darurat. Pendampingan tersebut dilakukan antara lain melalui percepatan perubahan produsen bahan baku aktif (API) serta pemberian fleksibilitas dalam penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) guna memastikan industri tetap dapat berproduksi di tengah tekanan global.

BPOM juga memperkuat pengawasan berbasis teknologi secara hibrida yang mencakup antara lain evaluasi, sertifikasi, dan inspeksi melalui kolaborasi dengan kementerian/lembaga dan industri farmasi.

Langkah lain yang ditempuh yakni pemanfaatan jalur impor cepat melalui mekanisme Special Access Scheme (SAS) untuk mempercepat proses impor obat guna menjaga ketersediaan nasional.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan penyesuaian harga obat, khususnya yang berbasis bahan petrokimia, seiring meningkatnya tekanan biaya produksi global.

Rangkaian langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan obat sekaligus menekan potensi kenaikan harga di tengah dinamika global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Pasca Pertamax Naik, Driver...
Olahraga
Piala Dunia, Iran Lawan Sel...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.