Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selat Hormuz Belum Bersahabat, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Selat Hormuz Belum Bersahabat, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan Doc: Antara.
Ket. The Gamsunoro ship milik PT Pertamina International Shipping (PIS).

JAKARTA – Situasi di kawasan Teluk Arab masih bikin pergerakan kapal jadi serba hati-hati. PT Pertamina International Shipping (PIS) menyebut dua kapalnya—Pertamina Pride dan Gamsunoro—untuk sementara masih tertahan dan belum bisa melintasi Selat Hormuz. Kondisi ini mencerminkan tingginya sensitivitas jalur energi global terhadap dinamika geopolitik.

Kalau berlarut, bukan cuma soal logistik yang terganggu, tapi juga bisa berdampak ke biaya distribusi dan stabilitas pasokan. Artinya, perusahaan pelayaran dan energi memang dituntut makin adaptif, sambil terus memantau situasi agar risiko bisa ditekan seminimal mungkin.

“Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” kata Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping Vega Pita.

Dalam keterangannya yang dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu (19/4), Vega mengatakan, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar kapal dapat melintas serta memastikan keselamatan awak kapal.

“Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman,” kata dia.

“Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya,” ujarnya menambahkan.

Vega mengatakan, perusahaan berharap kondisi di Selat Hormuz dapat mereda sehingga kapal Pertamina dapat melintas dengan aman.

“Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman,” kata dia.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Sabtu (18/4), menyatakan bahwa Selat Hormuz telah kembali ke “kondisi sebelumnya” di bawah kendali “angkatan bersenjata”, merujuk pada blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran yang masih terus berlangsung.

“Kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya, dan jalur perairan strategis itu kini berada di bawah pengelolaan dan kendali ketat angkatan bersenjata,” kata komando gabungan IRGC, seperti dikutip kantor berita Tasnim.

IRGC menegaskan hingga AS “memulihkan sepenuhnya kebebasan pergerakan kapal yang menuju dan keluar dari Iran”, situasi di Selat Hormuz akan tetap berada dalam pengawasan ketat dan tidak berubah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.