Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Kudus Pastikan Stok Kedelai Impor Masih Tersedia Cukup

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 16:26 WIB | Oleh:
Pemkab Kudus Pastikan Stok Kedelai Impor Masih Tersedia Cukup Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Seorang pekerja menunjukkan kedelai impor siap diproduksi menjadi tahu di tempat produksi tahu di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

KUDUS -- Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan bahwa stok kedelai impor saat ini tersedia cukup, meskipun harga mengalami kenaikan.

"Hasil pantauan kami pada Jumat (17/4), harga kedelai impor secara eceran di sejumlah pasar tradisional di Kudus mencapai Rp12.000 per kilogram. Tentu lebih mahal di bandingkan beberapa hari sebelumnya hanya Rp11.500/kg," kata Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sonhaji di Kudus, Minggu.

Ia memperkirakan harga jual di tingkat agen bisa lebih murah, seperti di tingkat koperasi pengusaha tahu tempe. Meskipun ada perbedaan, tetapi sejak Lebaran 2026 memang ada kenaikan harga jual kedelai impor.

Meskipun demikian, kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir karena stok di sejumlah pedagang grosir tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf membenarkan bahwa harga jual kedelai impor memang masih dijual dengan harga tinggi, yakni untuk tingkat koperasi sebesar Rp10.500/kg.

"Walaupun ada kenaikan, tetapi stok kedelai impor tidak ada permasalahan. Berapapun kebutuhan konsumen siap dipenuhi," ujarnya.

Hanya saja, kata dia, karena harganya juga fluktuasi, maka stok yang tersedia disesuaikan permintaan produsen tahu maupun tempe. Untuk stok di gudang saat ini berkisar 60 ton dan masih bisa ditambah.

Informasi yang berkembang, kenaikan harga jual kedelai impor tersebut dipicu adanya perang antara Amerika dan Israel yang menyerang Iran, sehingga berdampak pada biaya transportasi pada komoditas impor tersebut.

Meskipun terjadi kenaikan harga, sejumlah pengusaha tahu di Kabupaten Kudus belum berani menyesuaikan harga jual tahunya karena khawatir ada yang menaikkan, sehingga pelanggan bisa berpindah.

Tahu cetakan manual bijian berukuran sedang dijual Rp1.000 per buah dan ukuran besar dijual Rp1.200 per buah. Sedangkan model cetakan per papan dijual Rp35.000.

Meskipun setiap papan dijual dengan harga sama, tetapi pelanggan bisa meminta pemotongan sesuai ukuran yang diinginkan, sehingga harga jual di pasaran antar pedagang bisa berbeda karena beda ukuran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Krisis Energi Akut, Kuba Am...
Daerah
Kegiatan Perkemahan untuk P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wamenekraf: Industri Esports Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Ekraf Nasional

Wamenekraf: Industri Esports Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Ekraf Nasional

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.