Momentum City Tekanan Besar bagi Arsenal
📅 Jumat, 17 Apr 2026, 06:51 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLONDON - Pertandingan Manchester City kontra Arsenal akhir pekan ini disebut-sebut sebagai laga terbesar Liga Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Dengan musim yang memasuki fase krusial, pertemuan dua tim teratas ini berpotensi menjadi titik balik penentuan juara musim 2025-26.
Persaingan perebutan gelar kerap ditentukan oleh momen-momen kunci. Laga di Etihad Stadium, Minggu (19/4), terasa sangat krusial. Pada awal musim, Arsenal sempat membuka jarak cukup lebar di puncak klasemen, bahkan berpotensi unggul 12 poin jika mampu menaklukkan Bournemouth pekan lalu. Namun kekalahan tersebut mengubah segalanya.
Kini, jika City menang dalam laga tersebut, selisih poin bisa menyusut menjadi hanya tiga angka. Lebih dari itu, pasukan Pep Guardiola masih memiliki satu pertandingan tunda yang dapat membuat mereka menyamai perolehan poin Arsenal. Bahkan selisih gol pun sangat tipis: Arsenal (+38) hanya sedikit di atas City (+35).
Mantan striker Liverpool, Michael Owen, menyebut laga ini sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Dia menilai kemenangan akan menjadi dorongan psikologis besar menuju gelar. Legenda Manchester United, Gary Neville, menyebutnya sebagai pertandingan yang akan mendefinisikan musim.
Bagi Arsenal, pertandingan ini membawa beban sejarah yang tidak ringan. Sudah 22 tahun sejak terakhir kali mengangkat trofi Liga Inggris. Dalam dua tahun terakhir, The Gunners memang tampil konsisten, bahkan mengumpulkan poin terbanyak sejak Agustus 2022, namun selalu gagal di garis akhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Musim 2022-23 menjadi contoh pahit. Arsenal sempat unggul delapan poin, tetapi akhirnya disalip City dan kalah lima angka. Mereka bahkan memimpin klasemen selama 248 hari. rekor terlama tanpa menjadi juara.
Kini, bayang-bayang kegagalan itu kembali muncul. Arsenal datang ke Etihad dalam performa terburuk musim ini, dengan tiga kekalahan dari empat laga terakhir di semua kompetisi. Mereka kalah di final Piala Liga dari City, tersingkir dari Piala FA oleh Southampton, serta takluk dari Bournemouth di liga.
Satu-satunya titik terang hanyalah kemenangan 1-0 atas Sporting di Liga Champions. Namun secara momentum, City jelas lebih unggul, dan sejarah pun berpihak kepada mereka. Di sisi lain, Manchester City kembali menunjukkan diri sebagai tim dengam nental juara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak kedatangan Guardiola pada tahun 2016, mereka telah meraih enam gelar liga dalam sembilan tahun, termasuk treble winners bersejarah pada musim 2022-23. Setelah periode transisi, City kini kembali solid. Erling Haaland memimpin daftar pencetak gol dengan 22 gol. Rayan Cherki menjadi kreator utama dengan 10 assist.
Rekrutan Januari Antoine Semenyo juga memberi dampak besar, dan talenta muda Nico O’Reilly tampil impresif dengan tiga gol dalam tiga laga terakhir. Bagi Guardiola, fase akhir musim ini bisa menjadi penutup sempurna, jika memang benar ini musim terakhirnya di City, meski ia belum mengonfirmasi hal tersebut.
Guru dan Murid
Laga ini juga sarat nuansa personal. Mikel Arteta pernah menjadi asisten Guardiola di City sebelum mengambil alih Arsenal pada tahun 2019. Relasi mereka kerap digambarkan sebagai “guru dan murid,” namun dibangun atas rasa saling menghormati.
“Saya mencintai Pep dan mengaguminya sejak usia 10 tahun,” ujar Arteta pada 2024. Guardiola pun menyebut Arteta sebagai manajer luar biasa. Dalam empat tahun terakhir, ini menjadi ketiga kali kedua tim bersaing ketat memperebutkan gelar.
Rivalitas modern ini juga diwarnai tensi tinggi. Dari komentar “stay humble” Haaland, hingga selebrasi balasan pemain muda Arsenal, duel kedua tim kini tidak hanya soal taktik, tetapi juga gengsi. City saat ini tertinggal enam poin namun memiliki satu laga tunda melawan Crystal Palace. Kemenangan atas Arsenal akan memangkas jarak secara signifikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!