Mendag Budi Santoso: Industri Tekstil RI Kuat, Ekspor Tembus USD 11,98 Miliar
📅 Jumat, 17 Apr 2026, 20:10 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso optimistis industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional akan terus tumbuh positif di tengah dinamika global. Hal ini disampaikannya saat mengunjungi pameran Indo Intertex 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO).
Menurutnya, Indonesia memiliki ekosistem tekstil yang lengkap dari hulu hingga hilir. Kondisi ini menjadi modal kuat untuk meningkatkan daya saing baik di pasar domestik maupun internasional.
"Ekosistem tekstil dan produk tekstil kita terlihat sangat bagus, mulai dari bahan baku, pabrik, distribusi, hingga UMKM berjalan dengan baik," ujar Budi Santoso.
Ia menjelaskan, kinerja ekspor sektor TPT juga menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, nilai ekspor tekstil Indonesia tercatat mencapai USD 11,98 miliar dengan surplus sebesar USD 2,81 miliar.
Capaian tersebut dinilai mencerminkan kualitas produk tekstil Indonesia yang mampu bersaing di pasar global. Oleh karena itu, peningkatan daya saing menjadi kunci untuk memperkuat posisi industri sekaligus menekan laju impor.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau kualitas bagus dan punya daya saing, kita bisa mengendalikan impor dan bersaing dengan produk asing," ujar Budi Santoso.
Untuk memperluas pasar ekspor, pemerintah mendorong pemanfaatan berbagai perjanjian dagang internasional. Salah satunya adalah kerja sama dengan Amerika Serikat yang menjadi salah satu pasar utama bagi produk Indonesia.
Ia menyebut nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat mencapai sekitar USD 30 miliar dengan surplus sebesar USD 18,11 miliar. Kondisi ini menjadikan pasar tersebut sebagai salah satu yang paling potensial untuk terus dikembangkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di tengah tantangan geopolitik global, Mendag menilai industri tekstil nasional tetap menunjukkan ketahanan. Pelaku usaha dinilai mampu beradaptasi dan tetap kompetitif meskipun menghadapi tekanan global.
"Secara global semua terkena imbas, tapi pelaku usaha kita tetap sanggup berdaya saing," ujar Budi Santoso.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Danang Girindrawardana, menekankan pentingnya inovasi dalam industri. Ia menyebut pelaku usaha perlu terus beradaptasi melalui efisiensi bahan baku dan modernisasi teknologi produksi.
Menurutnya, pengendalian impor ilegal yang dilakukan pemerintah memberikan dampak positif bagi industri dalam negeri. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan dan semangat pelaku usaha tekstil nasional.
"Kami melihat pengendalian impor berjalan baik dan menjadi penyemangat bagi industri tekstil," ujar Danang Girindrawardana.
Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, mengungkapkan tingginya antusiasme pengunjung dalam ajang Indo Intertex 2026. Hingga pertengahan acara, jumlah pengunjung telah menembus puluhan ribu orang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!