Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pramono: Pemprov DKI Intensifkan Pengerukan Sungai dan Pengendalian Ikan Sapu-Sapu di Seluruh Jakarta

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 10:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pramono: Pemprov DKI Intensifkan Pengerukan Sungai dan Pengendalian Ikan Sapu-Sapu di Seluruh Jakarta Doc: Beritajakara
Ket. Pengendalian ikan sapu-sapu di sungai Jakarta.

JAKARTA - Gubernur Pramono Anung menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengintensifkan pengerukan sedimen dan pembersihan aliran sungai secara serentak di lima wilayah kota administrasi Jakarta pada Jumat (17/4) mendatang.

Pramono mengatakan upaya ini dilakukan sekaligus untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang semakin banyak berkembang biak.

"Kami sudah memutuskan dalam rapat tadi, di lima daerah kita akan adakan kegiatan untuk mengurangi ikan sapu-sapu tapi tidak semata-mata untuk ikan sapu-sapu tetapi kita juga mengangkut sedimen, kemudian memperbaiki saluran air," ujar Pramono, seperti diwartakan Beritajakarta, Rabu (15/4).

Keberadaan ikan sapu-sapu dinilai telah merusak ekosistem lingkungan di aliran sungai karena menjadi predator bagi ikan-ikan lokal. Selain itu, ikan ini tidak sehat jika dikonsumsi karena memiliki kandungan berbahaya.

"Dari hasil lab, hampir semua ikan yang dites di laboratorium kadar batasnya itu kan 0,3 miligram. Ikan sapu-sapu lebih dari itu, sehingga akan sangat berbahaya kalau dikonsumsi, ada timbalnya, ada macam-macamnya dan itu benar-benar berbahaya bagi manusia kalau dikonsumsi," jelas Pramono.

Tak hanya itu, perilaku ikan sapu-sapu yang membuat lubang untuk sarang juga telah menyebabkan kerusakan tanggul-tanggul sungai di Jakarta. Pramono menyebut, ikan invasif ini sangat kuat karena bisa bertahan di berbagai kondisi lingkungan dan cuaca.

Karena itu, kegiatan pengerukan sedimen aliran sungai sekaligus pengendalian pertumbuhan ikan sapu-sapu ini dilakukan untuk menjaga ekosistem lingkungan di sekitar aliran sungai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

53 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

56 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.