IMF Serukan Negara-negara Berhemat Energi dan Lakukan WFH - Subsidi BBM Hanya Perpanjang Penderitaan
📅 Kamis, 16 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SWASHINGTON DC - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyerukan negara-negara untuk berhemat dalam pasokan energi, atau mendorong kerja dari rumah (WFH). dan mengharapkan lebih banyak program pinjaman.
Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, memperkirakan bahwa setidaknya selusin negara, termasuk beberapa di Afrika Sub-Sahara, akan mencari program pinjaman baru karena melonjaknya harga energi dan gangguan rantai pasokan yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah.
Dari The Guardian, Georgieva kembali menegaskan perkiraannya bahwa perang dapat memicu permintaan pinjaman sebesar 20 miliar dolar AS hingga 40 miliar dolar AS yang dapat mencakup penambahan program yang sudah ada dan program baru.
Georgieva memulai konferensi persnya di Washington DC dengan mengatakan kepada wartawan bahwa harapan dan doanya adalah agar gencatan senjata di Timur Tengah mengarah pada perdamaian yang langgeng.
Georgieva juga memperingatkan negara-negara agar tidak mengambil tindakan yang tidak tepat sasaran seperti subsidi energi secara luas untuk mengimbangi dampak kenaikan harga, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut hanya akan "memperpanjang penderitaan akibat harga tinggi."
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia memperingatkan bahwa ada kekurangan minyak dan gas, nafta, helium, dan produk lainnya di Asia, dan menyatakan kekhawatiran tentang risiko inflasi harga pangan yang lebih tinggi kecuali pengiriman pupuk dengan harga yang wajar segera dilanjutkan.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, IMF juga mendorong negara-negara untuk menghemat penggunaan energi, melalui langkah-langkah seperti transportasi umum gratis.
Georgieva berpendapat bahwa guncangan energi akan mendorong langkah-langkah untuk mengurangi permintaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengenai ancaman terhadap inflasi, Georgieva mengatakan bahwa ekspektasi inflasi jangka pendek meningkat di Eropa dan di AS.
Namun, ekspektasi inflasi jangka panjang tetap "terkendali dengan baik," tambahnya.
Georgieva mengatakan bahwa bank sentral dengan kredibilitas tinggi harus memberi sinyal bahwa prioritas mereka adalah stabilitas harga, tetapi tidak langsung mengambil tindakan.
Namun, ia memperingatkan bahwa bank sentral tanpa kredibilitas mungkin perlu bertindak lebih cepat.
Maret merupakan bulan yang sulit bagi ekonomi global, tetapi April kemungkinan akan lebih sulit, tambah Georgieva .
Hal itu karena kapal tanker minyak yang meninggalkan Teluk pada akhir Februari telah sampai di tujuan, dan belum ada kapal lain yang menyusul (untuk saat ini).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!