Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prambanan Shiva Festival Perkuat Daya Tarik Wisata Religi Yogyakarta

📅 Senin, 19 Jan 2026, 15:00 WIB | Oleh:
Prambanan Shiva Festival Perkuat Daya Tarik Wisata Religi Yogyakarta Doc: Dok. Istimewa

SLEMAN - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati atau yang akrab disapa Ni Luh Puspa mengatakan acara Prambanan Shiva Festival diharapkan mampu memperkuat daya tarik Candi Prambanan sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam pembukaan Prambanan Shiva Festival di kawasan Candi Prambanan, Sleman, Sabtu (17/1), Wamenpar Ni Luh menjelaskan festival ini digelar dalam rangka menyambut hari suci Shiwaratri yang diperingati umat Hindu dan rangkaian festival ini akan ditutup dengan upacara Mahashivaratri pada 15 Februari 2026.

Prambanan Shiva Festival yang untuk pertama kalinya digelar ini menjadi tonggak penting transformasi Candi Prambanan, dari sekadar situs warisan budaya dunia menjadi ruang spiritual yang hidup dan terbuka bagi umat serta wisatawan dari berbagai penjuru.

Pada hari Shiwaratri, umat Hindu melaksanakan upacara pemujaan kepada Dewa Shiwa yang dimaknai sebagai momentum perenungan mendalam, introspeksi diri, serta permohonan pengampunan. Menurut Ni Luh, perayaan ini menjadi kesempatan penting untuk meneguhkan peran Candi Prambanan tidak hanya sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai pusat ibadah umat Hindu di Indonesia.

“Dari sisi kepariwisataan, kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara ke Candi Prambanan,” ujar Ni Luh dalam keterangan tertulis, kemarin.

Ia menegaskan Shiwaratri bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ruang kontemplasi untuk menguatkan keteguhan diri, menata batin, dan melatih pengendalian diri melalui tapa brata. Lebih jauh, upacara ini dapat menjadi landasan dalam mewujudkan pariwisata berkarakter yang menghadirkan nilai-nilai spiritual dan kebudayaan yang lebih mendalam dalam pengalaman wisata.

“Pariwisata berbasis spiritualitas tidak hanya berfokus pada eksplorasi fisik destinasi, tetapi juga pada perenungan diri, keseimbangan batin, serta hubungan yang harmonis dengan lingkungan dan budaya setempat,” katanya.

Ni Luh juga menilai perayaan Shiwaratri di Candi Prambanan merepresentasikan kekuatan pariwisata Indonesia di mata dunia, yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan warisan budaya yang hidup, dirawat, dipahami, dan dihormati.

“Candi Prambanan adalah living heritage yang harus kita jaga bersama. Kesuciannya harus kita rawat sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya menekankan bahwa makna universal ajaran Shiwa menjadi dasar pelaksanaan festival yang sejalan dengan semangat moderasi beragama.

“Nilai-nilai Shiwa mengajarkan keseimbangan antara cipta, rasa, dan karsa. Festival ini merayakan kesadaran yang menyatukan manusia, alam, dan Tuhan dalam satu harmoni. Ini merupakan bentuk nyata moderasi beragama yang menggabungkan nilai keagamaan, budaya, dan edukasi dalam ruang dialog yang damai dan berperan penting dalam membangun harmoni sosial,” kata Wisnu.

Ribuan umat Hindu tampak memadati kawasan Candi Prambanan, mengikuti rangkaian persembahyangan dengan khidmat di tengah latar kemegahan candi dan nuansa sakral yang menyelimuti kawasan. Perpaduan ritual keagamaan, seni budaya, dan tata cahaya menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam, sekaligus memperlihatkan kemegahan festival perdana ini.

Dalam kegiatan tersebut, Wamenpar Ni Luh didampingi Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini, Asisten Deputi Bidang Event Nasional Kemenpar Ni Komang Ayu Astiti, serta Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Agustin Peranginangin. Hadir pula Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.

Kunjungi Desa Wisata

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.