Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kubu Raya Kalbar Waspada Karhutla, Status Siaga Darurat Berlaku

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 16:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kubu Raya Kalbar Waspada Karhutla, Status Siaga Darurat Berlaku Doc: Antara
Ket. Bupati Kubu Raya Sujiwo turun langsung ikut memadamkan lahan yang terbakar di Kecamatan Sungai Raya.

Pontianak - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul lonjakan jumlah titik api serta memperkuat dukungan anggaran dan perlindungan bagi petugas sebagai langkah percepatan pencegahan dan penanggulangan di lapangan.

"Ini bagian dari ikhtiar kita melakukan upaya preventif, pencegahan, sekaligus penanggulangan," kata Bupati Kubu Raya, Sujiwo di Sungai Raya, Minggu (25/1).

Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan status siaga darurat telah diberlakukan sejak 14 Januari 2026 dan ditindaklanjuti dengan apel kesiapsiagaan seluruh unsur terkait guna memperkuat koordinasi dan mitigasi. 

Ia menjelaskan tren karhutla menunjukkan peningkatan signifikan. Jika sebelumnya tercatat sekitar 20 titik api, kini jumlahnya melonjak menjadi 58 titik yang tersebar di sejumlah wilayah Kubu Raya. 

Untuk itu, ia menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi komando terpadu yang mampu membangun kolaborasi lintas instansi.

Menurut dia, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga pemadam kebakaran swasta. 

"Kita harus berkolaborasi, berbagi tugas, dan saling menguatkan di lapangan," tuturnya.

Selain penguatan koordinasi, Pemkab Kubu Raya juga memastikan dukungan penuh dari sisi anggaran operasional. Sujiwo menegaskan seluruh kebutuhan logistik petugas, seperti makan, minum, hingga bahan bakar minyak (BBM), akan ditanggung pemerintah daerah.

"Untuk anggaran, 100 persen saya akan back up. Saya tidak ingin ada petugas yang memadamkan api sampai subuh tetapi kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi," katanya.

Pemerintah daerah juga tengah mengkaji pemberian honor bagi petugas pemadam sebagai bentuk apresiasi atas kerja dan risiko yang dihadapi selama bertugas.

Sujiwo menegaskan dirinya siap bertanggung jawab penuh terhadap konsekuensi kebijakan, termasuk dari sisi penganggaran, demi memastikan penanganan karhutla berjalan optimal.

Selain fokus pada pemadaman, pemerintah turut memperhatikan aspek kesehatan masyarakat. Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruang, terutama malam hari, serta menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak asap.

Ia juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif mencegah kebakaran dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar.

"Karhutla ini tanggung jawab kita bersama. Pencegahan jauh lebih penting daripada pemadaman," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Open Base Lanud Hang Nadim

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Open Base Lanud Hang Nadim
Ekonomi
Pemasangan jaring untuk pro...
Nasional
Kapal Qi Jiguang dan Kunlun...

Karapan sapi di Bangkalan Madura

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Karapan sapi di Bangkalan M...
Rona
Pameran seni rupa karya sen...
Megapolitan
Pendaftaran Kartu Layanan G...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.