Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Kualitas SDM Industri, RI-Tiongkok Bangun Platform Integrasi

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 16:36 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tingkatkan Kualitas SDM Industri, RI-Tiongkok Bangun Platform Integrasi Doc: Antara
Ket. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat langkah transformasi sektor manufaktur nasional menuju era industri 4.0

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat langkah transformasi sektor manufaktur nasional menuju era industri 4.0. Upaya strategis ini untuk meningkatkan daya saing industri manufaktur nasional di kancah global melalui integrasi teknologi digital dan penguatan ekosistem inovasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pihaknya berkomitmen penuh dalam memperkuat industri dalam negeri agar tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, tetapi juga menjadi pemain utama dalam rantai pasok dunia yang semakin cerdas dan terkoneksi.

Digitalisasi dan penerapan industri 4.0 merupakan kunci dalam mewujudkan sektor manufaktur yang cerdas, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi dunia global serta dapat meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global," kata Menperin di Jakarta, Selasa (14/4).

Salah satu langkah Kemenperin dalam upaya mewujudkan visi tersebut adalah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, seperti yang dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin dengan Irootech Technology Co. Ltd. dan Machinery Industry Education Development Center (MIEDC) Tiongkok yang menjalin aliansi untuk membangun platform kolaborasi internasional di bidang industri digitalisasi dan kecerdasan buatan.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan, pesatnya perkembangan revolusi industri 4.0 di dunia saat ini telah mengubah cara industri beroperasi sekaligus menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, inovatif, dan memiliki kompetensi teknologi yang tinggi. 

"Hal inilah yang memacu Kemenperin untuk terus melakukan kolaborasi strategis lintas negara, khususnya dalam pengembangan SDM dan penempatan tenaga kerja di bidang industri 4.0," ujarnya.

Dalam kunjungan kerja ke Tiongkok beberapa waktu lalu, tim BPSDMI mengunjungi unit pendidikan vokasi serta perusahaan dan asosiasi industri Tiongkok di antaraya Irootech Technology Co. Ltd., Sany Group, Wuhan Vocational College of Software and Engineering, Guangzhou Polytechnic, dan MIEDC. Tim BPSDMI juga turut menghadiri Higher Education Institutions Industrial Digitalization and Artificial Intelligence Innovation Conference and Industry-Education Integration Development Summit.

Pada konferensi dan summit tersebut, Aliansi Kerja Sama Internasional untuk Pengembangan Talenta Digitalisasi Industri dan Kecerdasan Buatan secara resmi diluncurkan sebagai bentuk wadah kolaborasi antara sektor industri, pendidikan, dan pemerintah lintas negara Indonesia-Tiongkok.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari menjelaskan, tujuan utama dari pembentukan aliansi ini adalah untuk membangun platform kolaborasi internasional di bidang digitalisasi dan kecerdasan industri, memperdalam integrasi antara dunia industri dan pendidikan, meningkatkan pertukaran dan kerja sama global, serta bersama-sama mencetak talenta teknis dan profesional berkualitas tinggi guna menjawab kebutuhan pembangunan industri masa depan.

Melalui aliansi ini, lanjut Wulan, sektor industri, institusi pendidikan, serta pemerintah dari Indonesia dan Tiongkok akan berkolaborasi secara aktif dalam membangun dan mengembangkan talenta unggul yang siap menghadapi tantangan industri global.

Saat ini member aliansi telah berisi pendidikan dan industri di Indonesia dan Tiongkok. "Tentunya kita berharap di masa yang akan datang juga akan lebih banyak pendidikan dan industri yang terlibat aktif dalam mengembangkan aktivitas dalam aliansi," ungkapnya.

Kembangkan talenta trampil

Vice President Irootech Technology Co. Ltd. Ye Fei menyatakan, platform kolaboratif yang dibangun ini bertujuan untuk mengembangkan talenta terampil di bidang digitalisasi industri dan memperkuat kerja sama bilateral di bidang pendidikan vokasi serta mendorong perkembangan bersama.

"Kami juga berharap dapat bersama-sama menjajaki penyelenggaraan kompetisi keterampilan vokasi dan pertukaran talenta untuk WorldSkills Competition di bidang industri digital guna mendorong pengembangan talenta digital industri di Indonesia,"tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.