Pengelola Geopark Rinjani Dorong Kopi Lokal Jadi Tujuan Wisata Pendaki
📅 Senin, 13 Apr 2026, 12:25 WIB | Oleh: Tim PenulisMATARAM - Badan Pengelola Geopark Rinjani mendorong potensi kopi lokal sebagai andalan destinasi wisata bagi para turis yang mendaki Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
General Manager Geopark Rinjani Qwadru Wicaksono mengatakan perkebunan kopi arabika maupun robusta tersebar luas di sekeliling Gunung Rinjani mulai dari wilayah timur, barat, hingga utara.
"Kebun kopi yang ada di semua jalur pendakian potensial untuk kami manfaatkan agar lebih menciptakan kenyamanan bagi para pendaki," ujarnya di Mataram, Senin.
Biji kopi yang dihasilkan perkebunan setempat didukung kondisi geografis dataran tinggi dan dataran rendah dengan tanah vulkanik hasil erupsi yang kaya unsur hara.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut luas perkebunan kopi di Pulau Lombok mencapai 5.594 hektare pada tahun 2024. Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara memiliki perkebunan kopi paling luas yang masing sebanyak 2.210 hektare dan 1.448 hektare.
Sebaiknya Anda baca juga:
Qwadru menyampaikan pengembangan kopi tidak hanya berorientasi produksi, tetapi juga diarahkan sebagai bagian dari pengalaman wisata saat mengunjungi Pulau Lombok.
"Wisata bukan hanya sekedar mereka (pendaki) kunjungan menyaksikan keindahan alam, tapi ada kenangan yang mereka bawa, salah satunya dalam bentuk oleh-oleh kopi," ucapnya.
Badan Pengelola Geopark Rinjani saat ini mulai melakukan penyisiran potensi sejumlah geosite yang tersebar di kawasan Geopark Rinjani yang mencakup hampir setengah wilayah Pulau Lombok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Qwadru menuturkan program itu berfokus terhadap identifikasi potensi lokal serta pembinaan masyarakat dalam mengelola hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
"Kami sudah mulai menyusun rencana penyisiran semua potensi yang ada di sekitar Geopark Rinjani. Tahun ini program penyisiran sudah mulai kami coba lakukan dengan mengambil beberapa titik terlebih dahulu," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!