Dampak Uji Coba Nuklir Masih Terasa di Dunia
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: AFP/KCNA VIA KNS
JENEWA - Uji coba senjata nuklir telah berdampak pada setiap manusia di planet ini, menyebabkan setidaknya empat juta kematian dini akibat kanker dan penyakit lainnya dari waktu ke waktu, menurut sebuah laporan baru yang menyelidiki warisan mematikan tersebut.
Lebih dari 2.400 perangkat nuklir diledakkan dalam uji coba yang dilakukan di seluruh dunia antara tahun 1945 dan 2017.
Dari sembilan negara yang diketahui memiliki senjata nuklir – Russia, Amerika Serikat, Tiongkok, Prancis, Inggris, Pakistan, India, Israel, dan Korea Utara, – hanya Pyongyang yang telah melakukan uji coba nuklirsejak tahun 1990-an.
Namun sebuah laporan terbaru dari organisasi kemanusiaan Bantuan Rakyat Norwegia (NPA), yang diberikan secara eksklusif kepada AFP merinci bagaimana efek dari tes masa lalu masih dirasakan di seluruh dunia.
“Mereka meracuni kami,” ucap Hinamoeura Cross, seorang anggota parlemen Tahiti berusia 37 tahun yang berusia tujuh tahun ketika Prancis meledakkan ledakan nuklir terakhirnya di dekat rumahnya di Polinesia Prancis pada 1996.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tujuh belas tahun kemudian, dia didiagnosis menderita leukemia, di sebuah keluarga di mana nenek, ibu dan bibinya sudah menderita kanker tiroid.
Ledakan tersebut diketahui telah menyebabkan kerusakan yang berkepanjangan dan meluas terhadap kesehatan manusia, masyarakat, dan ekosistem.
Namun laporan NPA merinci lebih dari 304 halaman bagaimana budaya kerahasiaan yang terus berlanjut, serta kurangnya keterlibatan internasional dan kurangnya data, telah menyebabkan banyak komunitas yang terkena dampak berebut mendapatkan jawaban.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Uji coba nuklir di masa lalu terus mematikan hingga saat ini, kata kepala NPA, Raymond Johansen, menyuarakan harapan bahwa laporan tersebut akan memperkuat tekad untuk mencegah senjata nuklir diuji atau digunakan lagi.
Masalah ini semakin relevan setelah saran Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada November lalu bahwa Washington DC dapat melanjutkan uji coba nuklir, dan menuduh Russia dan Tiongkok telah terlebih melakukan hal tersebut, tuduhan yang mereka tolak.
“Ini sangat, sangat, sangat berbahaya,” memperingatkan Ivana Hughes, dosen kimia Universitas Columbia dan kepala Nuclear Age Peace Foundation, yang berkontribusi pada laporan NPA.
“Periode uji coba nuklir menunjukkan kepada kita bahwa konsekuensinya sangat bertahan lama dan sangat serius,” kata dia kepada AFP.
Beban terberat dari uji coba di masa lalu telah menimpa masyarakat yang tinggal di dekat lokasi uji coba, yang saat ini berlokasi di 15 negara berbeda, termasuk banyak bekas jajahan negara-negara bersenjata nuklir.
Para penyintas di sana terus menghadapi peningkatan angka penyakit, kelainan bawaan, dan trauma.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!