Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kamboja Desak Thailand untuk Lanjutkan Perundingan

📅 Senin, 13 Apr 2026, 04:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kamboja Desak Thailand  untuk Lanjutkan Perundingan Doc: AFP/ANTHONY WALLACE
Ket. Dua tenta­ra Thailand berjaga di perbatasan dengan Kamboja awal Februari lalu. Pada Sabtu (11/4) PM Kamboja mendesak Thailand agar melanjutkan pembicaraan sesegera mungkin terkait perbatasan kedua negara yang disengketakan.

PHNOM PENH – Kamboja telah mendesak Thailand untuk melanjutkan pembicaraan sesegera mungkin terkait perbatasan kedua negara yang di­sengketakan, sebuah per­selisih­an yang sudah berlangsung lama yang menyebabkan bentrokan mematikan pada 2025 lalu.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, mengatakan pada Sabtu (11/4) bahwa dia sangat berharap kedua tetangga akan dapat bekerja sama dengan segera dan dengan ketulusan.

“Ini akan menjadi landasan bagi perdamaian jangka panjang yang memungkinkan masyarakat kita yang tinggal di sepanjang perbatasan bersama untuk hidup damai. Kamboja sudah siap sepenuhnya,” kata PM Manet dalam pernyataan yang diposting di media sosial.

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, mengatakan sebelumnya pada hari yang sama bahwa negaranya belum siap untuk melanjutkan pembicaraan, meskipun pemerintahan baru baru saja dibentuk.

Ketika ditanya tentang seruan terbaru Kamboja untuk melakukan negosiasi, dia mengatakan bahwa mereka memiliki hak untuk melakukannya, namun Thailand memiliki prosedur sendiri yang harus diikuti.

Kedua negara Asia tenggara ini telah berselisih selama beberapa dekade mengenai demarkasi perbatasan sepanjang 800 kilometer mereka, yang merupakan warisan era kolonial Perancis. Meskipun sebagian besar perbatasan telah disepakati, beberapa bagian masih belum jelas. Hal ini terutama disebabkan oleh peta-peta lama yang dibuat pada masa kolonial yang terdapat perbedaan penafsiran peta-peta ini hingga menimbulkan perselisihan.

Perselisihan tersebut meletus menjadi beberapa pu­taran bentrokan tahun 2025, menewaskan puluhan orang dan menggusur lebih dari satu juta pada bulan Juli dan Desember. Konflik terbesar dalam hal ini adalah daerah sekitar Candi Preah Vihear, yang merupakan candi Hindu kuno yang terletak di tebing.

Kedua negara berpendapat bahwa wilayah yang disengketakan memiliki kepentingan sejarah dan budaya bagi negaranya, terkait dengan kebanggaan nasionalnya.

Masalah sengketa ini sempat dibawa ke Mahkamah Internasional yang pada tahun 1962 memenangkan Kamboja. Namun, tanah di sekitar kuil masih tetap diperdebatkan, dan kedua negara mengklaimnya.

Kedua negara ini sebenarnya telah menandatangani perjanjian gencatan senjata pada akhir Desember lalu yang memungkinkan untuk pembicaraan perbatasan. Namun ketegangan di perbatasan masih terjadi dan kedua belah pihak saling tuding melakukan pelanggaran gencatan senjata.

Kamboja mengklaim pasukan Thailand merebut beberapa wilayah di provinsi perbatasan yang bertentangan dengan isi perjanjian mereka dan menuntut penarikan pasukan itu.

Sering Bentrok

Bentrokan brutal pertama terjadi antara kedua negara pada Oktober 2008, ketika pemerintah Kamboja menominasikan Kuil Preah Vihear sebagai situs warisan dunia Unesco. Para pengunjuk rasa dari Thailand mengangkat masalah ini, yang menyebabkan bentrokan kekerasan antara kedua negara. Hal ini menyebabkan kematian dua tentara Kamboja, dan satu tentara Thailand.

Eskalasi besar lainnya terjadi pada bulan Februari 2011, ketika terjadi baku tembak antara militer kedua negara. Setidaknya delapan orang tewas dalam hal ini, dan ribuan lainnya mengungsi. Kedua negara saling menuduh menggunakan sistem roket multi-peluncuran, dan munisi tandan. Konflik meningkat hingga bulan Mei, dimana 34 orang dikatakan kehilangan nyawa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Menbud: FBI Pulangkan Artef...

Polri Minta Warga Waspadai Modus e-Tilang Palsu

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Polri Minta Warga Waspadai ...
Luar Negeri
Mali Masuk Negara Target Se...
Polisi Selidiki Kebakaran Kapal SAR di Muara Baru, Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi

Polisi Selidiki Kebakaran Kapal SAR di Muara Baru, Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.