Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kukar Ubah Sampah Jadi Listrik, Gandeng OIKN dan Pemprov Kaltim

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 12:48 WIB | Oleh:
Kukar Ubah Sampah Jadi Listrik, Gandeng OIKN dan Pemprov Kaltim Doc: Antara Foto
Ket. Rumah pengelolaan sampah di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen mengubah pengelolaan sampah menjadi energi Listrik bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Provinsi Kaltim, guna mengatasi pencemaran lingkungan, mengurangi timbunan sampah, dan mendukung transisi energi terbarukan.

"Transformasi sampah menjadi energi listrik ini sebagai upaya pemerintah daerah bersama OIKN dan pihak terkait guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan secara sirkular," ujar Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Minggu.

Komitmen ini telah ditunjukkan dengan persetujuan dan penandatanganan kerja sama Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) antara Bupati Kukar, Kepala OIKN, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), dan Pemkot Balikpapan, yang dilakukan di Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH di Jakarta, Jumat (10/4).

Bupati menyampaikan pengelolaan sampah yang baik juga berpotensi menghasilkan nilai ekonomi tinggi pada sektor daur ulang melalui prinsip pengurangan (reduce), penggunaan kembali (reuse), daur ulang (recycle), sehingga akan meminimalkan limbah dan menciptakan lapangan kerja baru.

Dalam hal ini pihaknya pun terus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pilah sampah secara mandiri agar setiap orang bertanggungjawab atas sampah yang dihasilkan, seperti melalui komunitas bank sampah di desa-desa maupun kelurahan.

Sedangkan beberapa hal yang disepakati dalam perjanjian kerja sama tersebut antara lain objek pengelolaan sampah menjadi energi listrik akan dibangun di wilayah Kota Samarinda (Samarinda Raya) dan Kota Balikpapan (Balikpapan Raya).

"Sedangkan Kabupaten Kukar yang merupakan daerah di perbatasan dengan dua wilayah tersebut sebagai pendukung untuk mencukupi bahan baku sampah yang akan diolah menjadi energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)," katanya.

Proyek strategis PSEL dipercayakan pada dua wilayah karena selain komitmen kepala daerah juga karena produksi sampah yang tinggi, yakni produksi sampah di Samarinda pada 2025 pada kisaran 600-660 ton per hari, di Balikpapan pada kisaran 550 ton per hari, dan produksi sampah di Kukar hanya sekira 354 ton per hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemerintah Provinsi DKI Jak...

Indonesia-Arab Saudi Perluas Kerja Sama Sektor Transportasi

45 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Luar Negeri
Indonesia-Arab Saudi Perlua...
Megapolitan
Disperindag: Harga Komodita...
Ekonomi
Harga Sejumlah Kebutuhan Po...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.