Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stabilitas Nilai Tukar: Lebih dari Sekadar Intervensi Moneter, Keyakinan Pelaku Pasar Menjadi Kunci

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 09:36 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Acara dibuka dengan serangkaian sambutan yang memberikan perspektif personal dan profesional terhadap sosok Ginandjar. Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Dr. H.TB. Ace Hasan Syadzily M.Si., A, mewakili keluarga.

Dalam sambutannya, Ace Hasan menegaskan, salah satu kelebihan Ginandjar sebagai politisi yang memiliki nilai karena punya perjuangan yang jelas. Melalui buku perjalanan hidup Ginandjar ini adalah tentang pengabdian yang terbaik.

Menurutnya, Ginandjar ini bukan hanya sebagai politisi, birokrat, penonton, pengikut, beliau juga pelaku dan aktor sejarah modern. Hal itu bisa dilihat dalam buku dijelaskan tentang bagaimana lahir di awal-awal kemerdekaan dalam kedisiplinan orang tua yang luar biasa, mengenyam pendidikan modern. Ini menunjukkan dari muda, Ginandjar adalah orang yang berprestasi.

“Pesan yang selalu terngiang dari yang disampaikan Ginandjar, sebagai pemimpin jangan hanya mau mendengar apa yang ingin didengar, tapi mau mendengar apa yang seharusnya kita dengar,” kata Ace Hasan.

Sementara itu, Irwan Oetama selaku perwakilan Kompas Gramedia memberikan apresiasi terhadap kontribusi pemikiran Ginandjar yang kerap mewarnai diskursus publik di media.

“Saya menyambut bahagia dan gembira dengan peluncuran buku biografi dari tokoh yang pernah ada di sepanjang masa dan segala zaman. Sejak masa Orde Lama, Orde Baru hingga Era Reformasi hingga masa kini,“ ujar Irwan Oetama.

Pelajaran penting: penggunaan kekuasaan

Di sesi peluncuran buku, Ginandjar Kartasasmita menyampaikan refleksi singkat mengenai dedikasinya yang tidak pernah berhenti pada kepentingan bangsa.

Ginandjar mengungkapkan tentang buku biografinya berjudul "Ginandjar Kartasasmita: Pengabdian dari Masa ke Masa – Perjalanan, Pergulatan Hidup, dan Pemikiran", berisikan catatan mengenai pengalaman-pengalamannya di masa lalu dan masa kini yang bisa menjadi perhatian bagi generasi yang akan datang.

“Salah satu pelajaran yang penting adalah bahwa kekuasaan itu harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Dengan amanah. Karena kalau tidak digunakan dengan amanah kekuasaan itu bisa bisa liar. Bisa memukul diri sendiri dan bisa merugikan banyak orang,“ tegas Ginandjar.

Di buku tersebut juga dikisahkan pengalaman yang menyenangkan dan tidak menyenangkannya saat menjadi menteri dan wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Barangkali pengalaman-pengalaman saya ini ada manfaatnya buat generasi muda bisa belajar untuk siap berkorban. Siap untuk menghadapi yang paling buruk. Tetapi siap untuk memberikan yang sebaik-baiknya. Saya kira itu kata kuncinya,” kata Ginandjar kepada undangan dan media yang hadir.

Pekerja Keras

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Masuk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.