Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stabilitas Nilai Tukar: Lebih dari Sekadar Intervensi Moneter, Keyakinan Pelaku Pasar Menjadi Kunci

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 09:36 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Stabilitas Nilai Tukar: Lebih dari Sekadar Intervensi Moneter, Keyakinan Pelaku Pasar Menjadi Kunci Doc: istimewa
Ket. Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) 1998-1999, Ginandjar Kartasasmita saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran dan diskusi buku biografinya berjudul Pengabdian dari Masa ke Masa" di Jakarta Kamis (9/4)

JAKARTA-Menjaga dan memulihkan kepercayaan pasar merupakan kunci utama dalam pemulihan ekonomi Indonesia di masa krisis seperti pada 1998. Menjaga kredibilitas pemerintah di mata investor lokal dan global juga menjadi fondasi agar bantuan internasional tepat sasaran dan tidak disalahgunakan apalagi di korupsi. Pengalaman menghadapi krisis 1998 menjadi pelajaran penting di masanya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah tidak bisa dilepaskan dari faktor fundamental berupa kepercayaan. Ketika investor percaya terhadap arah kebijakan dan integritas pengelolaan ekonomi, arus modal dipastikan akan kembali masuk. Maka, permintaan terhadap rupiah bakal kembali meningkat, dan ujungnya kurs atau nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) akan dapat lebih terkendali.

Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) 1998-1999, Ginandjar Kartasasmita menegaskan bahwa kunci utama untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah terletak pada kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia. Saat itu, rupiah sempat terjungkal dari kisaran Rp 2.300–Rp 2.400 per dolar AS sebelum krisis, hingga menyentuh sekitar Rp16.000 per dolar AS pada titik tertinggi.

Stabilitas kurs tidak semata ditentukan oleh intervensi moneter, melainkan oleh keyakinan pelaku pasar untuk kembali memegang dan berinvestasi dalam bentuk mata uang rupiah. "Ketika kepercayaan terhadap rupiah pulih, pelaku ekonomi tidak lagi berbondong-bondong membeli dolar AS. Sebaliknya, mereka akan kembali membeli rupiah untuk kebutuhan investasi, impor, maupun aktivitas ekonomi lainnya. Jadi, kuncinya itu. Kalau tidak lagi membuang rupiah dan kembali membeli rupiah, maka stabilitas akan terbentuk,” ujarnya lebih lanjut saat peluncuran buku biografi "Ginandjar Kartasasmita: Pengabdian dari Masa ke Masa, Perjalanan, Pergulatan Hidup dan Pemikiran", di Gedung Menara Kompas, Jakarta, Kamis (9/4).

Prinsip tersebut ditekankan oleh tokoh nasional Ginandjar Kartasasmita dengan menambahkan, penguatan kepercayaan tersebut juga harus dibarengi dengan tata kelola yang baik, termasuk memastikan bantuan internasional tidak disalahgunakan. "Kepercayaan dari lembaga global seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) menjadi faktor penting, karena aliran dana dari luar negeri akan kembali masuk dan dikonversi ke rupiah, sehingga memperkuat nilai tukar kita," tuturnya.

Akan tetapi, sejalan dengan pemulihan kepercayaan pasar dan reformasi, ekonomi yang dilakukan pemerintah, rupiah secara bertahap menguat hingga kembali pada kisaran Rp 6.500–Rp 7.000 per dolar AS pada akhir masa pemerintahan B. J. Habibie pada 1999.

Ginandjar yang saat itu diangkat kembali sebagai Menko Ekuin berperan dalam konsolidasi kebijakan ekonomi dan politik.

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara stabilitas politik dan pemulihan ekonomi, karena gejolak politik terbukti menjadi salah satu faktor yang memperparah krisis.

Selain itu, pemerintah juga menempuh berbagai langkah strategis seperti restrukturisasi sektor perbankan dan korporasi, serta memulihkan hubungan dengan lembaga keuangan internasioal seperti IMF. Salah satu langkah penting yaitu membuka kembali dialog dengan IMF dan menandatangani Letter of Intent (LoI) secara transparan kepada publik, dengan tujuan menghilangkan kecurigaan dan membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Tak hanya itu. Dalam proses tersebut, Ginandjar juga mengaku pentingnya menjaga kekompakan antar menteri ekonomi. Ia menyebut, meski terdapat perbedaan pandangan dalam pengambilan kebijakan, soliditas kabinet ekonomi, keuangan dan industri saat itu menjadi faktor penentu keberhasilan untuk menjaga stabilitas dan mengarahkan tujuan pemulihan ekonomi. Upaya pemulihan ekonomi selama satu setengah tahun pun akhirnya berhasil dijalankan.

Peluncuran buku "Ginandjar Kartasasmita: Pengabdian dari Masa ke Masa, Perjalanan, Pergulatan Hidup dan Pemikiran", ini menjadi momentum penting bagi publik untuk membedah peran strategis seorang Nasionalis Agamis, yang peduli pada Kemanusiaan, Teknokrat, Birokrat, Menteri, Pejabat Negara, Penasihat Presiden yang telah mengabdi selama lebih dari lima dekade, mulai dari masa Orde Lama, Orde Baru, transisi Reformasi, hingga sekarang ini.

Buku ini merangkum perjalanan hidup Ginandjar Kartasasmita—dari masa kecilnya sebagai "Johnny" hingga purnakarya sebagai tokoh nasional—serta memuat gagasan pemikirannya yang pernah dipublikasikan di Harian Kompas, buku dan berbagai karya literatur lainnya.

Selain itu, karya ini secara berani merekam peristiwa bersejarah yang membuatnya dijuluki “the untouchable”, termasuk klarifikasi atas tuduhan Jeffrey Winters terkait isu Freeport dan bantuan luar negeri serta dinamika politik di era Presiden Gus Dur.

Perjuangan dan pengabdian terbaik

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Masuk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.