Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sidak LPG 3 Kg di Magetan, Harga Melonjak hingga Rp40 Ribu, Polisi Turun Tangan

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 20:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sidak LPG 3 Kg di Magetan, Harga Melonjak hingga Rp40 Ribu, Polisi Turun Tangan Doc: Antara
Ket. Satgas Pangan Satuan Reskrim Polres Magetan menggelar sidak pasar guna memantau penjualan LPG bersubsidi 3 kilogram di pasaran tingkat pangkalan dan pengecer guna antisipasi pelanggaran.

Magetan - Satgas Pangan Satuan Reskrim Polres Magetan bersama Disperindag dan Hiswana Migas Magetan, Jatim melakukan sidak pasar untuk mengetahui penjualan LPG (elpiji) bersubsidi 3 kilogram yang rawan pelanggaran, dengan dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Kanit Pidana Khusus Satuan Reskrim Polres Magetan Iptu Dedy Norawan di Magetan, Jumat (10/4), mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat karena sulit dan mahal dalam mendapatkan LPG subsidi 3 kilogram.

"Sidak dilakukan karena dimungkinkan memang ada pelanggaran yang diduga dilakukan beberapa pihak, utamanya pihak spekulan dari luar wilayah Magetan yang modusnya yaitu berkeliling mencari dan membeli LPG 3 kilogram di wilayah Magetan untuk selanjutnya dijual lagi dengan harga lebih tinggi," ujarnya.

Menurutnya, sidak dan pengecekan tersebut dilakukan di sejumlah lokasi, seperti SPBE, pangkalan, pengecer, hingga pelaku usaha peternakan yang tujuannya memastikan pasokan dan penjualan LPG 3 kilogram sesuai HET serta digunakan tepat sasaran oleh masyarakat sesuai peruntukan.

Dedy menegaskan hasil pemantauan di SPBE menunjukkan bahwa stok sangat mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan.

"Tidak usah khawatir karena SPBE memastikan tidak ada pengurangan pasokan. Dengan demikian kuota dan stok LPG aman," kata dia.

Timnya juga melakukan pengecekan ke tempat pangkalan di Magetan guna memastikan HET LPG subsidi 3 kilogram dijual sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp18.000 per tabung.

Pihaknya meminta masyarakat yang mengetahui adanya pelanggaran penyaluran LPG subsidi 3 kilogram, agar melapor ke aparat, sehingga dapat ditindaklanjuti.

"Bagi masyarakat yang mengetahui ada pihak-pihak menyalahgunakan menjual LPG 3 kilogram dengan harga tidak wajar hingga mencapai kisaran Rp25.000 sampai Rp40.000 per tabung, dapat melapor ke polsek ataupun polres atau ke Hiswana Migas untuk ditindaklanjuti petugas," kata dia.

Tim Satgas Pangan Satreskrim terus mengimbau kepada seluruh pelaku usaha, khususnya di bidang pangan dan energi, untuk menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan mekanisme serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak merugikan konsumen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.