Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 18:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk Doc: istimewa
Ket. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menghadapi peluang besar di sektor pupuk global seiring terganggunya jalur distribusi internasional, khususnya di Selat Hormuz

JAKARTA– Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menghadapi peluang besar di sektor pupuk global seiring terganggunya jalur distribusi internasional, khususnya di Selat Hormuz.

Menurut Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar, saat ini sepertiga distribusi pupuk dunia melewati Selat Hormuz dan sebagian besar pasokannya berasal dari kawasan tersebut. Namun, gangguan yang terjadi di wilayah itu menyebabkan banyak negara mengalami kesulitan pasokan pupuk, terutama urea.

“Kondisi ini membuat banyak negara di dunia kini membutuhkan pasokan urea dari Indonesia. Kita adalah salah satu produsen urea terbesar di dunia,” ujar Wamentan Sudaryono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/4).

Wamentan Sudaryono menyebutkan bahwa sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka. Pemerintah India, Filipina, dan Australia bahkan telah menyampaikan minatnya secara langsung.

“Pemerintah India sudah menghubungi kami. Saya juga telah menerima surat dari pemerintah Filipina dan Australia. Mereka siap membeli dengan harga berapapun,” katanya.

Lebih lanjut, Wamentan Sudaryono menjelaskan bahwa rencana sebelumnya untuk menutup sejumlah pabrik pupuk dalam negeri kini dibatalkan. Hal ini dikarenakan meningkatnya kebutuhan global yang membuka peluang ekspor lebih luas bagi Indonesia.

“Pabrik-pabrik yang tadinya direncanakan untuk kita suntik mati, tapi sekarang tidak jadi. Karena ternyata permintaan sangat tinggi,” jelasnya.

Wamentan Sudaryono juga menjelaskan, bahwa dirinya telah melaporkan perkembangan ini kepada Presiden Prabowo Subianto, termasuk potensi komunikasi dari pemimpin negara lain terkait kebutuhan pupuk.

Dalam satu tahun ke depan, Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) telah menargetkan ekspor pupuk mencapai 1,5 juta ton. Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa kebutuhan pupuk untuk petani dalam negeri tetap menjadi prioritas utama sebelum melakukan ekspor.

“Kita punya rencana dalam setahun ini kita punya stok dan bisa ekspor pupuk sebanyak 1,5 Juta Ton totalnya. Dan pastinya kebutuhan pupuk petani di dalam negeri pasti kita penuhi terlebih dahulu. Itu tidak akan kita utak-atik,” tegas Wamentan Sudaryono, yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.