Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas: 11 Perusahaan Pemilik 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah Sudah Diberi Peringatan

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bapanas: 11 Perusahaan Pemilik 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah Sudah Diberi Peringatan Doc: istimewa
Ket. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Amran Sulaiman memastikan 11 pelaku usaha pemilik 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi mutu dan label sudah mendapat surat peringatan dan menghentikan produksi

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan 11 pelaku usaha pemilik 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi mutu dan label sudah mendapat surat peringatan dan menghentikan produksi. Penertiban ini dilakukan di tengah jaminan pasokan beras nasional tetap aman.

Ke-25 merek tersebut dipasarkan sebagai beras fortifikasi namun hasil uji 4 laboratorium kredibel menunjukkan kandungan tidak sesuai SNI 9314:2024 untuk kernel fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada 4 lab kredibel. Kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Amran Sulaiman, Sabtu (19/9).

Bapanas mencatat 11 pelaku usaha sebagai pemilik 25 izin edar tersebut telah disurati Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) berkoordinasi dengan Bapanas. Hingga minggu pertama September 2026, seluruh merek terpantau sudah menghentikan produksinya.

Stok Aman, SPHP dan Premium Diperkuat

Bapanas memastikan penarikan merek bermasalah tidak mengganggu pasokan.

Per 18 September 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat 4,6 juta ton. Sepanjang 2026 hingga pertengahan September, penyaluran CBP mencapai 2,3 juta ton melalui berbagai program intervensi.

Untuk menjaga stabilitas, pemerintah memproses tambahan kuantum SPHP beras 1 juta ton untuk daerah yang mengalami tekanan harga dan pasokan.

Selain itu, beras premium diminta diperkuat ke ritel modern.

"Beras premium kami minta Bulog optimalkan men-supply, karena stoknya banyak. Itu ke toko-toko ritel modern, itu segera di-supply. Tidak boleh tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat," tegas Amran.

Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas Yusra Egayanti sebelumnya menegaskan penguatan distribusi menjadi kunci.

"Tentunya penugasan Bulog untuk pemerataan distribusi stok dan program SPHP, terutama ke wilayah yang mengalami tekanan harga dan pasokan. Kami terus berkoordinasi dengan Bulog untuk intervensi SPHP ke daerah yang teridentifikasi harga tinggi dan tentunya pemeliharaan stok CBP sebagai buffer strategis untuk menghadapi potensi gangguan produksi akibat El Nino," ujar Yusra saat Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, 14 September 2026.

Dengan stok CBP kuat, SPHP diperluas, dan pengawasan mutu berjalan, pemerintah memastikan beras yang beredar sesuai standar dan konsumen tidak dirugikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.