Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengrajin Tempe Minta Pemerintah Perkuat Kedelai Lokal

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 16:28 WIB | Oleh:
Pengrajin Tempe Minta Pemerintah Perkuat Kedelai Lokal Doc: antara foto
Ket. Keripik tempe

JAKARTA - Pengrajin keripik tempe di Jakarta Selatan berharap agar pemerintah memperkuat produksi kedelai lokal guna mengurangi ketergantungan pada kedelai impor.

"Bukan kita jelekkan di sini. Memang, sekarang kedelai lokal sudah bagus-bagus, tapi kualitas ukurannya masih kecil, masih besar kedelai impor," kata Ketua kelompok pengrajin tempe Kramat Pela Joko Asori (57) saat ditemui di rumah produksi di Jalan H Aom, Kramat Pela, Jakarta Selatan, Kamis (9/4).

Dia mengatakan dari segi harga, kedelai lokal terbilang lebih tinggi dari kedelai asal Amerika Serikat.

Apabila hanya mengandalkan kedelai lokal, kata dia, maka dikhawatirkan kebutuhan produksi tidak akan tercukupi.

"Kalau kita mengandalkan kedelai lokal, kita nggak cukup dalam waktu panen sekali untuk kebutuhan enam bulan ke depan," ucap Joko.

Meski demikian, berdasarkan hasil studi bandingnya ke Yogyakarta, dia menilai kualitas kedelai lokal kini semakin membaik.

Oleh karena itu, dia berharap pemerintah agar memperkuat dukungan terhadap petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tempe sehingga lebih berdaya.

"Yang kita harapkan, mudah-mudahan, petani kita, pemerintah kita, menteri kita mengutamakan pengrajin tempe, karena tempe itu bergelut dengan kedelai dari petani Indonesia," ujar Joko.

Sebelumnya, pengrajin keripik tempe di Jakarta Selatan menaikkan harga produknya seiring lonjakan harga kedelai impor yang dipicu dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Harga keripik tempe sebelumnya Rp65.000 per kilogram (kg), kemudian naik menjadi Rp70.000 per kg.

Tak hanya kedelai, kenaikan juga dialami pada harga plastik yang semula Rp32.000-Rp33.000 per kg, menjadi Rp50.000 bahkan lebih per kg.

Akibat kenaikan harga tersebut, Joko pun menyiasati dengan mengurangi berat pada produknya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan ketahanan pangan nasional tetap aman meski terjadi perang di Timur Tengah, karena Indonesia tidak bergantung pada impor dari kawasan tersebut.

Masyarakat diimbau agar tidak khawatir mengenai dampak perang di Timur Tengah terhadap ketersediaan pangan. Stok dan pengadaan pangan dalam negeri dipastikan aman dan terkendali, sehingga masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.