Kemenperin Pacu Penguatan Industri Kendaraan Niaga Guna Kuasai Pasar Domestik
📅 Kamis, 09 Apr 2026, 17:50 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Eko S.A. Cahyanto mendorong penguatan daya saing industri kendaraan niaga nasional. Langkah strategis ini bertujuan agar produk lokal mampu mendominasi pasar dalam negeri di tengah lonjakan impor.
Eko menilai sektor alat transportasi memiliki peran krusial dalam menopang sistem logistik serta distribusi barang. Kontribusi industri otomotif tercatat memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas serta pertumbuhan ekonomi nasional pada masa sekarang.
“Sepanjang tahun 2025, sektor industri alat transportasi memberikan kontribusi terhadap PDB nasional. Besaran kontribusi tersebut mencapai 1,27 persen,” ujar Eko di Jakarta, Kamis (9/4).
Eko menjelaskan bahwa subsektor perdagangan kendaraan bermotor juga menyumbang angka Produk Domestik Bruto (PDB) tinggi. Kinerja positif tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas jasa reparasi serta kebutuhan peremajaan armada di berbagai sektor usaha.
Eko menyebutkan sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan pesat sebesar 8,78 persen pada tahun lalu. Hal ini memicu permintaan tinggi terhadap penyediaan kendaraan niaga yang andal sekaligus efisien untuk menunjang logistik.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kinerja ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan distribusi barang dan layanan purna jual. Selain itu, kondisi ini juga menunjukkan adanya peremajaan armada kendaraan niaga di berbagai sektor usaha,” ucap Eko.
Pemerintah melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat produksi kendaraan niaga mengalami koreksi sebesar 3,5 persen. Penurunan volume menjadi 164 ribu unit tersebut menyebabkan tingkat utilisasi industri berada di bawah batas efisiensi.
Ketidakseimbangan antara hasil produksi dengan angka penjualan nasional mengakibatkan adanya kesenjangan pasokan sebesar 4.000 unit kendaraan. Kebutuhan pasar domestik yang tidak terpenuhi tersebut justru dimanfaatkan oleh masuknya produk impor dari luar negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan pasokan domestik yang harus segera direspons. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan struktur industri, peningkatan efisiensi produksi, serta optimalisasi kapasitas terpasang,” kata Eko.
Eko menyoroti peredaran truk impor yang diduga tidak memenuhi standar emisi gas buang Euro 4. Praktik persaingan tidak sehat ini dikhawatirkan dapat menghambat upaya pemerintah dalam mengendalikan polusi udara secara nasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga mewaspadai transaksi kendaraan tanpa dokumen resmi yang berisiko meningkatkan kredit macet perbankan. Diperlukan sinergi lintas lembaga untuk memperbaiki tata kelola pembiayaan guna menekan angka risiko kredit bermasalah tersebut.
“Kondisi ini berpotensi menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Selain itu juga menghambat upaya pengendalian pencemaran udara,” ucap Eko.
Ketua Umum (Ketum) GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menyatakan bahwa truk dan bus merupakan urat nadi distribusi barang. Kendaraan komersial yang tangguh diperlukan untuk memastikan pusat produksi tetap terhubung dengan pasar secara berkelanjutan di Indonesia.
Putu mengapresiasi capaian ekspor kendaraan utuh (completely built up/CBU) yang tumbuh sebesar 9,75 persen. Kendaraan komersial menyumbang sebanyak 20.326 unit dari total volume ekspor yang semakin diakui oleh pasar global tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!