Hati-hati Janjikan Pertahanan Subsidi Tanpa Batasan yang Jelas
📅 Selasa, 07 Apr 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim RedaksiDi tengah lonjakan harga minyak Brent yang menyentuh 115 dollar AS per barel, Pemerintah harus berhati-hati dalam menjanjikan pertahanan subsidi tanpa batasan yang jelas, mengingat setiap kenaikan 1 dollar AS per barel menimbulkan defisit APBN hingga 6,7 triliun rupiah.
Simulasi IESR menunjukkan risiko pembengkakan anggaran subsidi hingga 460 triliun rupiah tahun ini jika harga rata-rata tertahan di angka 94 dollar AS per barel, sebuah angka yang dapat melumpuhkan kesehatan APBN. Narasi kebijakan harus mulai mengelola ekspektasi publik bahwa ruang fiskal memiliki batas, terutama saat asumsi ICP US$ 70/barel dalam APBN sudah tidak lagi relevan dengan gejolak pasar global saat ini.
Untuk jangka menengah, dia menyarankan Pemerintah mengubah skema subdisi dariberbasis komoditas menjadi subsidi langsung tepat sasaran bagi rumah tangga miskin untuk menghentikan kebocoran anggaran yang tidak efisien.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!