Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

B50 Jalan! Mentan Klaim 3,5 Juta Ton CPO Dialihkan Demi Energi Domestik

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
B50 Jalan! Mentan Klaim 3,5 Juta Ton CPO Dialihkan Demi Energi Domestik Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) melakukan uji coba penggunaan bahan bakar biodiesel 50% (B50).

MAKASSAR – Langkah pemerintah mengalihkan 10 persen dari total ekspor minyak sawit mentah (CPO) untuk mendukung mandatori B50 menunjukkan upaya strategis memprioritaskan pemanfaatan domestik sekaligus mendorong transisi energi berbasis biodiesel.

Kebijakan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan energi nasional, tetapi juga memberi insentif bagi industri sawit dalam negeri, mendorong penyerapan bahan baku di tingkat pabrik dan memperkuat nilai tambah lokal.

Namun, kebijakan ini memiliki konsekuensi ekonomi yang perlu dicermati. Pengurangan volume ekspor berpotensi menekan devisa negara, sementara harga CPO global yang fluktuatif bisa mempengaruhi profitabilitas produsen.

Keberhasilan program mandatori B50 juga bergantung pada kesiapan infrastruktur pengolahan, ketersediaan pasokan berkelanjutan, serta efektivitas distribusi biodiesel ke sektor transportasi dan industri. Dengan perencanaan yang matang, pengalihan ekspor ini bisa menjadi instrumen sinergis antara energi, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan sekitar 3,5 juta ton crude palm oil (CPO) disiapkan untuk mendukung mandatori Biodiesel 50 (B50) mulai 1 Juli 2026, guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi impor solar.

"Itu 5,3 juta ton dari CPO kita jadikan biofuel, itu perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto)," kata Amran di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/4).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi program B50 yang mendorong pemanfaatan energi berbasis nabati sekaligus memastikan kebutuhan energi nasional dapat dipenuhi dari sumber domestik secara berkelanjutan.

Menurut Mentan, Indonesia saat ini menguasai sekitar 60 persen pasar CPO dunia, sehingga memiliki kapasitas besar dalam mengatur keseimbangan antara kebutuhan ekspor dan pemanfaatan dalam negeri.

Dia menyebutkan, sebelumnya ekspor CPO Indonesia berada di angka sekitar 26 juta ton, namun kini meningkat menjadi 32 juta ton seiring kenaikan produksi nasional dalam beberapa waktu terakhir. Dari jumlah itu, akan dialihkan 3,5 juta ton untuk mendukung B50.

Menurutnya peningkatan produksi tersebut mencapai sekitar 6 juta ton, yang dipicu oleh naiknya harga CPO global sehingga mendorong petani meningkatkan perawatan dan produktivitas kebun sawit mereka.

Dengan peningkatan produksi itu, alokasi sekitar 3,5 juta ton CPO untuk biofuel tetap dapat dilakukan tanpa mengganggu kinerja ekspor, bahkan keduanya dapat tumbuh secara bersamaan.

"B50 tercapai nih tahun ini. Kita kerja sama dengan Menteri ESDM Pak Bahlil (Bahlil Lahadalia), kita kolaborasi dengan semua pihak," ucap Mentan.

Mentan menegaskan kebijakan itu memberikan manfaat ganda, yakni memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui harga komoditas yang lebih menguntungkan.

Selain itu, perputaran ekonomi di daerah penghasil sawit juga meningkat karena aktivitas produksi, distribusi, hingga pengolahan CPO menjadi biofuel berjalan secara masif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang

32 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Presiden Prabowo Dijadwalka...
Luar Negeri
Kolombia Digoyang Gempa M 7...

Gempa Bumi Magnitude 7,4 Guncang Kolombia Sedikitnya 20 Orang Tewas

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gempa Bumi Magnitude 7,4 Gu...
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.