Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Gangguan Produksi Pangan: Ini Lima Strategi Kementan Hadapi El Nino

25 Sabtu, 04 Apr 2026, 15:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Antisipasi Gangguan Produksi Pangan: Ini Lima Strategi Kementan Hadapi El Nino Antisipasi Gangguan Produksi Pangan: Ini Lima Strategi Kementan Hadapi El Nino Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino melalui implementasi lima strategi utama di lapangan. Langkah ini difokuskan pada periode kritis April–Juni 2026 untuk menjaga stabilitas produksi pangan di tengah dinamika kondisi iklim

JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino melalui implementasi lima strategi utama di lapangan. Langkah ini difokuskan pada periode kritis April–Juni 2026 untuk menjaga stabilitas produksi pangan di tengah dinamika kondisi iklim.

“Sesuai dengan peringatan dari BMKG bahwasanya ada El Nino, ini cukup mengkhawatirkan. Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan,” kata Mentan Amran dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Kemarau 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (2/4).

Di tengah potensi ancaman tersebut, pemerintah terus memperkuat langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan pangan nasional, termasuk melalui penguatan stok dan percepatan produksi di berbagai wilayah.

“Kepada teman-teman Saya ucapkan terima kasih, sekarang ini capaian kita, stok kita hari ini 4,4 juta ton, insya Allah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton. Ini berkat kerja keras kita semua,” ungkapnya.

Untuk menjaga momentum tersebut, Kementan mempercepat lima strategi utama. Pertama, melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Kedua, mengoptimalkan pengelolaan air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan embung, serta penguatan irigasi perpompaan, termasuk pompanisasi dan sistem perpipaan di berbagai wilayah.

Ketiga, mempercepat tanam di wilayah yang masih memiliki potensi air, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta mendorong penggunaan varietas unggul tahan kekeringan dan berumur genjah.

Keempat, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, termasuk lahan rawa dan cetak sawah yang telah dibangun, agar segera ditanami tanpa jeda untuk mengejar target produksi.

Kelima, memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan percepatan berjalan efektif di lapangan.

Percepat mitigasi

Mentan Amran menekankan pentingnya percepatan mitigasi tersebut. Mulai dari menggerakkan oplah (optimalisasi lahan) rawa, cetak sawah, pompanisasi, hingga irigasi perpompaan (irpom) termasuk sumur dalam dan sumur dangkal.

”Kita manfaatkan masih ada musim hujan khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat. Tolong dilakukan percepatan daerah-daerah yang masih ada hujan. Kemudian oplah lahan rawa dipercepat, cetak sawah yang sudah dibangun segera tanam, pompanisasi dan irpom digerakkan,” jelasnya.

Langkah-langkah tersebut telah mulai diimplementasikan secara konkret di lapangan melalui percepatan tanam di wilayah yang masih memiliki ketersediaan air, optimalisasi lahan dan cetak sawah, serta penguatan pompanisasi dan irpom di berbagai daerah.

Untuk mendukung percepatan tersebut, Mentan Amran juga meminta pemerintah daerah untuk segera mengusulkan kebutuhan agar dapat dilakukan penyesuaian anggaran secara cepat.

”Bahkan daerah seluruh Indonesia yang masih butuh irpom segera usulkan sekarang via online. Kepala Dinas usulkan cepat agar kita bisa geser anggaran. Yang butuh pompa tolong pantau,” terangnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa keberhasilan upaya ini sangat ditentukan oleh kecepatan gerak di lapangan, terutama pada periode kritis April hingga Juni 2026 yang menjadi penentu stabilitas produksi di tengah tantangan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.