Perang Iran Hari ke-35 : Apa Saja yang Terjadi?
📅 Jumat, 03 Apr 2026, 18:14 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SWASHINGTON DC - Amerika Serikat dan Israel memperluas serangan mereka terhadap Iran, menargetkan infrastruktur di dalam dan sekitar ibu kota, seiring Washington meningkatkan tekanan pada Teheran dan konflik menyebar ke seluruh wilayah.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth tiba-tiba memecat jenderal tertinggi Angkatan Darat AS dan dua perwira senior lainnya, yang memicu spekulasi tentang perombakan kepemimpinan di masa perang.
Dilansir oleh Al Jazeera, inilah yang kita ketahui:
Di Iran
Intensitas serangan: AS dan Israel telah memperluas serangan mereka terhadap Iran, menghantam pusat penelitian medis berusia seabad di Teheran, pabrik baja, dan jembatan di dekat ibu kota, dalam beberapa serangan terbaru terhadap infrastruktur Iran. Serangan pesawat tak berawak juga menghantam gudang bantuan Bulan Sabit Merah di provinsi Bushehr, Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penjelasan serangan jembatan: Pejabat AS mengatakan jembatan yang dibom di Iran digunakan untuk mengangkut material bagi drone militer Iran, seperti yang dilaporkan Rosiland Jordan dari Al Jazeera dari Washington, DC. Namun Iran bersikeras bahwa jembatan itu adalah infrastruktur sipil, yang – jika benar – akan menjadikan serangan itu sebagai pelanggaran hukum internasional.
Korban jiwa dan kerusakan: Jumlah korban terus meningkat, dengan setidaknya 2.076 orang tewas dan 26.500 terluka di Iran sejak awal serangan AS-Israel. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan lebih dari 600 sekolah dan pusat pendidikan telah terkena serangan sejak 28 Februari.
Balasan Iran: Militer Iran mengatakan perang akan berlanjut hingga musuh-musuhnya menghadapi "penghinaan" dan "penyerahan diri", secara khusus memperingatkan AS agar tidak melakukan invasi darat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Luar Negeri Iran: Seorang juru bicara menyatakan, “Yang penting bagi bangsa Iran adalah membela diri terhadap agresi ini, dan kami siap menghadapi segala jenis serangan, termasuk serangan darat.”
Diplomasi perang
Pakistan Mendorong Perundingan AS-Iran: Pakistan mengatakan akan terus berupaya mendorong Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang, tetapi mengakui ada "hambatan" dalam upaya perdamaian. Komentar tersebut muncul beberapa jam setelah Trump mengancam akan membom Iran jika tidak menerima persyaratan AS. Baca selengkapnya tentang upaya tersebut di sini.
Pembicaraan blokade Hormuz: Inggris sedang mengadakan pembicaraan dengan sekitar 40 negara tentang pembukaan kembali Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen minyak dan LNG dunia, setelah blokade Iran menghentikan sebagian besar pengiriman dan mendorong harga minyak di atas 100 dolar AS per barel. AS tidak ikut serta.
Penggunaan Kekuatan di Hormuz: Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengizinkan penggunaan kekuatan guna melindungi Selat Hormuz dari serangan Iran.
Sikap AS terhadap diplomasi: Departemen Luar Negeri AS mengatakan Trump "selalu terbuka untuk diplomasi" dengan Iran dan telah mengupayakan pembicaraan sebelum perang, tetapi Washington terus menuduh Teheran berupaya mendapatkan senjata nuklir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!