Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KDM Bilang Jabar Sudah Terapkan WFH Duluan Sebelum Ada Instruksi Pemerintah Pusat

📅 Kamis, 02 Apr 2026, 19:58 WIB | Oleh:
KDM Bilang Jabar Sudah Terapkan WFH Duluan Sebelum Ada Instruksi Pemerintah Pusat Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Ket. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (tengah) saat memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (2/4) petang. .

CIREBON, JAWA BARAT - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut pemberlakuan kebijakan work from home (WFH) di lingkungan Pemprov Jabar, bisa menekan biaya operasional birokrasi serta meningkatkan efisiensi anggaran daerah.

Ia mengatakan penerapan WFH di Jabar bukan hal baru, karena telah berjalan dalam beberapa waktu terakhir sebelum adanya penguatan dari pemerintah pusat.

“WFH di Jabar itu kan sudah berlangsung lama dan sudah berjalan. Jadi kalau hari ini ada penguatan dari pemerintah pusat, ya kita lebih senang,” kata Dedi di Cirebon, Kamis.

Menurut dia, kebijakan tersebut telah diterapkan sejak sekitar enam bulan lalu dan menjadi bagian dari perubahan pola kerja di lingkungan pemerintahan.

Selain WFH, Pemprov Jabar juga mendorong perubahan kebiasaan masyarakat, seperti mengajak pelajar berjalan kaki ke sekolah serta membatasi penggunaan kendaraan bermotor.

“Kita dari dulu udah mengajak anak-anak ke sekolah jalan kaki. Kemudian tidak bawa kendaraan bermotor,” katanya.

Dedi menjelaskan kebijakan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni efisiensi internal pemerintah dan pengurangan konsumsi energi.

Dari sisi internal, kata dia, WFH dinilai mampu menekan biaya operasional birokrasi yang selama ini cukup besar.

“Yang pertama, dari sisi internal pemerintah, itu menurunkan biaya produksi pemerintah,” ucapnya.

Ia mengemukakan penghematan dilakukan melalui pengurangan penggunaan listrik, internet, dan air sehingga anggaran dapat dialihkan ke sektor pembangunan.

Anggaran yang dihemat, lanjut Dedi, dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Selain itu, pihaknya menilai kebijakan tersebut juga berdampak pada penurunan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) seiring berkurangnya mobilitas aparatur sipil negara (ASN) di Pemprov Jabar.

“Yang kedua adalah, hari ini WFH memiliki tujuan juga untuk menurunkan penggunaan BBM,” kata Dedi.

Ia menuturkan, implementasi kebijakan tersebut mulai terlihat dari menurunnya biaya birokrasi di lingkungan Pemprov Jabar serta berkurangnya belanja perjalanan dinas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Daerah
Pemuda Jawa Diminta Terus D...
Olahraga
Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 H...
Advertisement
Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.