Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Anak Makin Banyak Jadi Incaran Kejahatan Child Grooming

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 06:34 WIB | Oleh:

Menurut Ariani, pelaku awalnya akan melakukan sentuhan nonseksual yang bisa membuat anak menjadi kurang peka serta kemudian menormalisasi dan tidak menolak sentuhannya.

"Mungkin di awal korban merasa risih 'ini kenapa seperti ini’. Tetapi si pelaku membuat normalisasi 'ini loh tanda kalau orang dewasa sayang sama kamu seperti ini enggak usah takut'. Akhirnya lama-lama ke arah sentuhan yang lebih seksual, misalnya mau memegang area tubuh yang sensitif," ia menjelaskan.

Setelah korban berada dalam kendali pelaku, Ariani melanjutkan, manipulasi akan terus dilakukan untuk mempertahankan kendali.

Pada tahapan yang disebut maintaining control ini, dia mengatakan, pelaku child grooming akan menggunakan ancaman seperti menyebarkan foto atau video kepada orang tua dan teman jika korban menolak keinginannya.

Selain itu, pelaku kejahatan berupaya menumbuhkan rasa bersalah pada korban dan membuat korban merasa tidak bisa keluar dari lingkaran kejahatan yang melingkupinya.

"Tetap si anak dipaksa untuk merahasiakan. Jika si anak mulai tidak nyaman, mulail ah lagi diberikan perhatian, diberikan hadiah-hadiah. Jadi si anak merasa tidak bisa keluar dari lingkaran grooming ini," kata Ariani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Laga Penentu Jalan Menuju Empat Besar

18 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...

Arsenal Siap Berburu Semua Gelar

33 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...
Olahraga
Pengalaman Fritz Hadapi Keb...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.