Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Longsor di Bantaran Kali Cikarang Rusak 4 Rumah Warga Bekasi

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 14:16 WIB | Oleh:
Longsor di Bantaran Kali Cikarang Rusak 4 Rumah Warga Bekasi Doc: Antara Foto
Ket. Kondisi kediaman warga terdampak longsor di Kampung Kaum RT 01/05, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa.

Sebanyak empat rumah warga di bantaran Kali Cikarang, Kampung Kaum RT 01/05, Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, rusak akibat longsor menyusul derasnya arus saat debit sungai meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu warga terdampak, Puput (30), mengatakan erosi telah terjadi secara bertahap selama beberapa tahun, namun kondisi semakin memburuk sejak pertengahan 2025 hingga menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan rumah di lokasi tersebut.

“Kejadian longsor terparah terjadi pada Juli 2025. Sekarang terjadi lagi hingga rumah milik ibu dan saya sudah tidak dapat dihuni,” ujar Puput saat ditemui di Cikarang, Selasa.

Dia menjelaskan sebelumnya jarak antara bagian belakang rumah dengan aliran Kali Cikarang mencapai sekitar tujuh meter, namun akibat pengikisan terus-menerus, sebagian bangunan seperti dapur dan ruang keluarga kini telah hilang terbawa longsor.

Menurut Puput, selain rumah milik keluarganya, tiga rumah lain yang berada di sepanjang bantaran sungai juga mengalami kerusakan berat, sehingga tidak lagi layak dihuni oleh para pemiliknya.

Para penghuni rumah terdampak kini terpaksa mengungsi dan mencari tempat tinggal sementara, termasuk menyewa rumah kontrakan di sekitar wilayah tersebut demi menjaga keselamatan keluarga masing-masing.

“Saat ini saya dan ibu tinggal di rumah kontrakan. Tetangga lain juga sudah pindah karena rumah mereka tidak layak huni,” katanya.

Berharap pemerintah

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, terutama bagi warga lain yang masih tinggal di sekitar bantaran Kali Cikarang.

Menurut dia, meskipun rumah yang telah rusak kemungkinan tidak dapat diperbaiki, upaya mitigasi seperti pembangunan tanggul penahan tebing sangat dibutuhkan guna mengurangi risiko longsor lanjutan.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah, setidaknya berupa penanganan seperti pembangunan tanggul agar tanah warga tidak terus terkikis oleh aliran sungai,” ujar Puput. (KR-PRA).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Usaha Kecil Ambil Bagian da...

Sepanjang Jalan Sabang Bakal Hijau Berseri

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Sepanjang Jalan Sabang Baka...

BPS: Surplus Perdagangan RI Berlanjut 72 Bulan

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BPS: Surplus Perdagangan RI...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.