Kapal Tenggelam di Perairan Taliabu, Malut. Nyawa 27 Penumpang Terbahayakan
📅 Senin, 30 Mar 2026, 13:14 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
AMBON – Ada kapal tenggelam atau hilang di perairan Taliabu, Malut. Saat ini, Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) atau Basarnas Palu mengerahkan KN SAR Bhisma dari dermaga di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah mencari keberadaan Kapal Nazila 05 yang tenggelam di perairan Taliabu Provinsi Maluku Utara (Malut).
“Kami menerima informasi dari pemilik kapal dan langsung mengerahkan personel dari Pos SAR Luwuk melakukan penguatan pencarian,” kata Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Palu Muh Rizal di Palu, Senin.
Dilaporkan peristiwa itu terjadi di wilayah perairan Taliabu sebelah Utara yang berbatasan dengan perairan Sulawesi Tengah, yang mana kapal berlayar dari Pulau Taliabu pada Minggu (29/3) Pukul 18.00 Wita dengan tujuan ke Desa Kema Maluku Utara.
Pada Senin (30/3) sekitar Pukul 03.30 Wita nahkoda menghubungi pemilik kapal dan melaporkan bahwa mereka mengalami patah haluan akibat cuaca buruk.
“Sekitar Pukul 04.00 Wita nahkoda kembali menginformasikan bahwa kapal telah tenggelam dan seluruh Anak Buah Kapal (ABK) melakukan evakuasi mandiri menggunakan long boat,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengemukakan tim SAR di diberangkatkan pada Pukul 10.30 Wita menggunakan KN SAR Bhisma dengan koordinat 0°27'00'' LS / 124°51’00” BT diduga lokasi tenggelamnya kapal Nazila 05 dengan jarak diperkirakan dari Luwuk sekitar 133 mil laut, estimasi tiba di lokasi tersebut sekitar Pukul 18.00 Wita. “Kapal itu ditumpangi sekitar 27 ABK, sudah termasuk nahkoda. Prioritas pencarian, selain kapal juga ABK,” ucap Rizal.
Adapun identitas para ABK yakni Gazali, Rizki Sakka, Abdul Latif, Abubakar Laonga, Arno Tangia, Djadid Akuba, Djunaidi Tingku, Faizal Adil, Faruq Umadji, Frangki Mardjun, Haris Langkau, Haris Sanang, Irmansyah Mamonto, Jefry Tugiman, Joko Mamonto, Kamaludin, Kamarudin Aro, Lialwin Pinapas, Miracle Christo Petra W, Muhammad Suaib, Nasrun Mamu, Randi A Tawaa, Rijal Layama, Rizal Marcus, Rustam Mangkialo, Vickri Utubulang dan Yanto Adil.
“Operasi SAR tidak memandang batas wilayah. Saat ini situasi sedang darurat menyangkut keselamatan jiwa manusia, maka kami memiliki tanggung jawab melakukan kegiatan pencarian,” kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!