Darurat Sampah Banjarmasin, Wali Kota Yamin Instruksikan Camat & Lurah Turun Tangan
📅 Senin, 30 Mar 2026, 19:05 WIB | Oleh: AlfredBANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, resmi mengaktifkan sistem monitoring pemilahan sampah skala rumah tangga yang dikoordinasikan langsung oleh camat hingga lurah di seluruh wilayah.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Senin, menyampaikan instruksi langsung kepada para camat dan luruh agar menjadi garda terdepan di masyarakat untuk monitoring secara intens dan memetakan secara konkret terhadap teknis pemilahan hingga pengelolaan sampah yang dilakukan di tingkat bawah.
Langkah ini harus diambil, kata Yamin, guna mempercepat respons penanganan sampah di lapangan yang masih menjadi tantangan serta memastikan kebersihan lingkungan itu terjaga hingga ke pelosok pemukiman.
"Ulun (saya) berharap dengan kewenangan yang dimiliki, camat dan lurah bisa membersamai penanganan sampah yang ada di kota Banjarmasin," ujarnya.
Dia mengungkapkan hasil monitoring dari Kementerian Lingkungan Hidup RI yang mencatat masih adanya titik-titik tumpukan sampah liar yang cukup mengganggu mobilitas masyarakat di kota ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hal ini tentu menjadi evaluasi kita, ulun (saya) selalu menuntut adanya inovasi dari camat maupun lurah agar kita bisa segera keluar dari persoalan ini. Juga berharap Kadis LH yang baru dapat memberi dorongan motivasi dan dukungan, termasuk anggaran yang ada di DLH kalau memang dibutuhkan kita geser saja ke kecamatan dan kelurahan," ujarnya.
Pemkot Banjarmasin menggalakkan pemilahan sampah untuk menangani darurat sampah akibat ditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup sejak Februari 2025 hingga sekarang.
Pemkot Banjarmasin tidak hanya mendirikan rumah pilah sampah di setiap kelurahan, namun juga mengajak masyarakat untuk memilah sampah sebelum membuangnya ke TPS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sampah yang bernilai ekonomis seperti sampah botol plastik dan lainnya bisa diserahkan di bank-bank sampah, sedangkan sampah yang basah bisa dijadikan kompos untuk mengurangi beban timbunan sampah di TPS yang akhirnya dibuang ke TPAS Banjarbakula di Kota Banjarbaru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!