Iran Hujani Pangkalan Udara Arab Saudi dengan Enam Rudal Balistik, 15 Pasukan AS Luka
📅 Minggu, 29 Mar 2026, 00:04 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SRIYADH - Sedikitnya 15 tentara Amerika Serikat terluka setelah Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan udara di Arab Saudi, seiring konflik yang dipicu oleh Israel dan Amerika Serikat memasuki bulan kedua.
Dari Al Jazeera, serangan pada hari Jumat (27/3) di Pangkalan Udara Pangeran Sultan mencakup setidaknya enam rudal balistik dan 29 pesawat tak berawak, menurut Associated Press.
Lima dari tentara AS yang terluka berada dalam "kondisi serius," lapor AP, mengutip sumber anonim yang diberi informasi tentang serangan tersebut.
Menurut The Wall Street Journal, para tentara berada di dalam sebuah bangunan di pangkalan tersebut ketika bangunan itu dihantam. Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa setidaknya 12 tentara terluka, dua di antaranya luka serius.
Dalam pernyataan video pada hari Sabtu, Ebrahim Zolfaghari, juru bicara markas besar militer pusat Iran, mengatakan bahwa serangan Iran menyebabkan salah satu pesawat pengisian bahan bakar "hancur total", sementara tiga lainnya juga rusak dan tidak dapat beroperasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Citra satelit yang diterbitkan oleh saluran berita berbahasa Inggris Iran, Press TV, menunjukkan kehancuran beberapa pesawat di pangkalan udara tersebut setelah serangan Iran. Pangkalan itu diserang dua kali awal pekan ini, termasuk insiden sebelumnya yang melukai 14 tentara AS.
Terletak sekitar 96 km (60 mil) dari ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pangkalan ini dikelola oleh Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi tetapi juga digunakan oleh pasukan Amerika.
Iran terus melancarkan serangan balasan terhadap negara-negara Teluk yang dituduhnya sebagai landasan peluncuran serangan AS terhadap negara tersebut, yang dimulai dengan serangan gabungan bersama Israel pada 28 Februari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, salah satu serangan terbaru AS-Israel terhadap Iran pada Jumat malam dilaporkan menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.
Serangan itu – yang ketiga dalam 10 hari – tidak menyebabkan kerusakan material dan tidak ada korban jiwa, menurut Organisasi Energi Atom Iran. Organisasi itu mengatakan tidak ada gangguan teknis yang dilaporkan di lokasi tersebut.
Terarah
Arab Saudi sebelumnya telah mencegat beberapa rudal yang ditembakkan di dekat pangkalan tersebut. Pentagon dan Komando Pusat AS tidak segera memberikan komentar.
Zein Basrawi dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Dubai, mengatakan bahwa tidak banyak transparansi mengenai serangan Iran tersebut.
“Namun, Anda bisa merasakan betapa seriusnya serangan ini hanya dengan melihat jumlah korban luka,” katanya, seraya mencatat bahwa pangkalan tersebut biasanya menampung 2.000 hingga 3.000 tentara AS, yang sebagian besar terlibat dalam sistem pertahanan rudal dan dukungan logistik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!