Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Terseret Konflik Global, Langkah Militer AS Picu Tekanan Baru

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Terseret Konflik Global, Langkah Militer AS Picu Tekanan Baru Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah belakangan ini tak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama setelah keputusan Amerika Serikat (AS) mengirim pasukan ke Timur Tengah.

Langkah ini memicu sentimen risk-off di pasar global, di mana investor cenderung menarik dana dari aset berisiko di negara berkembang—termasuk Indonesia—dan beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.

Dampaknya terasa langsung pada nilai tukar rupiah yang tertekan akibat arus keluar modal asing (capital outflow).

Selain itu, kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global turut mendorong kenaikan harga minyak, yang berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan Indonesia dan menambah tekanan pada rupiah.

Dalam jangka pendek, pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi dinamika eksternal ini. Namun, stabilitas domestik—termasuk intervensi Bank Indonesia dan fundamental ekonomi—akan menjadi penopang penting untuk meredam volatilitas yang berlebihan.

Nilai tukar rupiah dalam perdagangan, Jumat (27/3) sore, ditutup melemah 75 poin menjadi Rp16.979 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp16.904 per dolar AS

Pengamat mata uang Ibrahim Assuabi menilai pelemahan rupiah seiring keputusan AS mengirim pasukan ke Timur Tengah.

“Meskipun Trump mengumumkan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi Iran, AS juga telah mengirim pasukan ke Timur Tengah, dengan Trump mempertimbangkan apakah akan menggunakan pasukan darat untuk merebut pusat minyak strategis Iran di Pulau Kharg,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Dia menerangkan bahwa perang antara AS dengan Iran telah mengurangi pasokan minyak global sebesar 11 juta barel per hari.

Badan Energi Internasional menggambarkan krisis tersebut lebih buruk daripada dua guncangan minyak tahun 1970-an dan perang gas Rusia-Ukraina jika digabungkan.

Selain itu, pasar memperkirakan skenario inflasi tinggi.

“Pada awal tahun, para pedagang memperkirakan setidaknya dua kali pemotongan suku bunga dari Federal Reserve (Fed). Namun, sejak konflik dimulai dan setelah keputusan kebijakan Fed pada 18 Maret, mereka mengurangi taruhan dovish mereka,” ucap Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate(JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak melemah ke level Rp16.957 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.903 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.