Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Mataram Sebut Relokasi PKL ke Eks Bandara Selaparang Efektif

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 19:10 WIB | Oleh:
Pemkot Mataram Sebut Relokasi PKL ke Eks Bandara Selaparang Efektif Doc: antara foto
Ket. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), merelokasi 105 pedagang kaki lima (PKL) ke areal eks Bandara Selaparang Rembiga.

MATARAM - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyebutkan, relokasi 105 pedagang kaki lima (PKL) ke areal eks Bandara Selaparang Rembiga dinilai efektif dan memberikan dampak positif baik untuk pedagang maupun pemerintah daerah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram H Irwan Rahadi, di Mataram, Jumat, mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar pedagang merasa lebih nyaman berjualan di dalam kawasan yang telah ditata, bahkan mengalami peningkatan omzet.

"Penataan PKL juga berdampak pada peningkatan pendapatan daerah melalui pajak parkir dan retribusi sampah yang mulai tertata," katanya.

Hal tersebut disampaikan usai mengikuti rapat evaluasi bersama Koperasi Karyawan Angkasa Pura, setelah satu bulan relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke dalam eks Bandara Selaparang yang sebelumnya berjualan di sepanjang trotoar Jalan Adi Sucipto Rembiga.

Evaluasi itu bertujuan untuk melihat dampak ekonomi dan efektivitas pengelolaan PKL di lokasi baru tersebut.

Irwan mengatakan, langkah relokasi tidak hanya bertujuan menata kawasan, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha para pedagang. 

"Alhamdulillah, secara umum masyarakat merasa nyaman berjualan di dalam, pembeli juga lebih leluasa. Bahkan pergerakan omzet pedagang cukup baik," katanya.

Kendati demikian, pihaknya masih menemukan sejumlah pelanggaran, seperti pedagang yang kembali berjualan di trotoar. 

Hal itu menjadi perhatian serius dalam evaluasi untuk memastikan seluruh PKL mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

"Pedagang yang masih di luar akan kami tertibkan, sebab kami sudah siapkan tempat di dalam yang lebih representatif dan tidak mengganggu arus lalu lintas," katanya.
 
Selain itu, pemerintah kota juga memastikan tidak akan ada penambahan jumlah PKL di kawasan itu yang saat ini telah menampung sekitar 105 pedagang. 

Pihaknya, akan memastikan yang difasilitasi di eks bandara merupakan pedagang yang sebelumnya sudah berjualan, bukan "penumpang" baru.

"Verifikasi akan terus kami lakukan untuk memastikan prioritas diberikan kepada pedagang lama, bukan pendatang baru," katanya menegaskan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

Jsmssmsk
Jsmssmsk
27 Mar 2026, 21:00 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Jsmssmsk
Jsmssmsk
27 Mar 2026, 21:00 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Jsmssmsk
Jsmssmsk
27 Mar 2026, 21:00 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

51 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.