36 Kelurahan di Jakbar Rawan dan Langganan Banjir, Pemkot Lakukan Mitigasi Khusus
📅 Jumat, 27 Mar 2026, 16:10 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan mitigasi khusus terhadap 36 kelurahan rawan banjir untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan fenomena rob yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan 36 kelurahan itu, seperti Rawa Buaya, Kapuk, Tegal Alur, Duri Kosambi, Jelambar, Kembangan Selatan, serta beberapa kelurahan lainnya tercatat memiliki genangan tertinggi dalam insiden banjir terakhir.
“Situasi terkini memang ada informasi dari BMKG bahwa curah hujan akan turun di lima wilayah. Di Jakarta Barat sendiri mendapatkan potensi dampak dari air rob, ini menjadi perhatian kita,” kata Iin saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (27/3).
Iin menyebut, pihaknya melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) telah melakukan intervensi langsung di titik-titik krusial yang tersebar di lima kecamatan, mulai dari pembersihan sedimen lumpur secara masif dan pengerukan saluran air guna memastikan kelancaran arus menuju muara.
Selain itu, penertiban bangunan liar di atas saluran air yang dapat menghambat aliran air dan memicu genangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kemudian juga bangunan-bangunan yang kita lihat berada dekat dengan kali dan saluran, apalagi menutup saluran, ini menjadi perhatian kita. Jadi kita harapkan tidak ada lagi bangunan di atas saluran karena menghambat air,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa pada banjir besar 22 Januari lalu, tercatat sebanyak 36 kelurahan di lima kecamatan di Jakarta Barat terdampak. Oleh karena itu, lokasi-lokasi tersebut kini menjadi prioritas penanganan.
“Pada saat banjir 22 Januari itu terdampak hampir 36 kelurahan. Itu harus dilakukan intervensi atau dicek kembali untuk di mana lokasi yang kemarin terdampak, kita pastikan di situ sudah tidak terjadi lagi,” tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak hanya itu, Mantan Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta itu menilai pentingnya rekayasa lalu lintas yang presisi agar mobilitas warga tidak lumpuh saat terjadi genangan.
Menurut Iin, hal ini perlu dilakukan demi menghindari kepadatan lalu lintas saat air menggenangi jalan utama.
“Ini yang perlu kita perhitungkan kembali. Ketika kejadian kita harus lakukan rekayasa lalu lintas secara tepat sehingga pengguna jalan tidak terjebak dalam kondisi banjir di jalan,” pungkasnya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!