Kuliah Berbasis Portofolio, Cara BINUS University Pangkas Angka Pengangguran Sarjana
📅 Kamis, 26 Mar 2026, 17:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - BINUS University mendorong transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada gelar akademik. Perguruan tinggi kini dituntut mampu menyiapkan mahasiswa agar siap terjun ke dunia kerja sejak dini.
Persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang semakin ketat menjadi latar belakang penting perubahan cara pandang ini. Pada UTBK-SNBT 2025, lebih dari 860 ribu peserta bersaing memperebutkan sekitar 284 ribu kursi.
Kondisi tersebut membuat banyak keluarga masih menjadikan PTN sebagai tujuan utama pendidikan tinggi. Namun, realitas dunia kerja menunjukkan bahwa tantangan terbesar justru terletak pada kesiapan karier, bukan sekadar status kampus.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan angka pengangguran masih mencakup lulusan perguruan tinggi. Fakta ini menegaskan bahwa gelar sarjana saja tidak cukup tanpa kompetensi yang relevan.
Karena itu, pendidikan tinggi kini mulai dipandang sebagai investasi jangka panjang. Orang tua dan calon mahasiswa pun semakin selektif dalam memilih kampus yang mampu memberikan nilai tambah nyata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berikut beberapa pertimbangan penting dalam memilih perguruan tinggi:
1. Relevansi program studi dengan kebutuhan industri.
Kurikulum yang selaras dengan perkembangan teknologi dan industri menjadi kunci agar lulusan tetap kompetitif.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Kesempatan mendapatkan pengalaman nyata.
Program seperti magang, proyek industri, hingga riset memberikan bekal praktis sebelum memasuki dunia kerja.
3. Eksposur global dan jaringan profesional.
Koneksi internasional dan kerja sama industri membuka peluang karier yang lebih luas bagi mahasiswa.
Nelly menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus memberikan manfaat konkret bagi masa depan mahasiswa. Kampus tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai jembatan menuju dunia profesional.
"Pendidikan tinggi pada dasarnya adalah investasi masa depan," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!