Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tradisi Sekura Cakak Buah, Pesta Topeng Sarat Makna dari Warisan Budaya Lampung

📅 Selasa, 24 Mar 2026, 10:57 WIB | Oleh:

Semangat muda-mudi menjaga tradisi Sekura dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempertahankan budaya. Namun begitu setiap pelaksanaan kegiatan Sekura harus terdapat evaluasi sehingga tradisi ini dapat terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.

Sekura harus terus membumi dan menjadi tradisi yang mengakar kuat, khususnya di Kabupaten Lampung Barat.

Pesta Sekura bukan sekadar hiburan, melainkan juga bagian penting dari identitas budaya masyarakat Lampung Barat. Sejak dini masyarakat daerah itu sudah diperkenalkan dengan tradisi warisan turun menurun dari nenek moyang sehingga hal tersebut terus melekat hingga dewasa.

Arif warga Lampung Barat mengatakan setiap tahun selalu pulang kampung untuk berlebaran dengan keluarga. Selain itu juga memeriahkan pesta Sekura yang dilaksanakan setelah 1 Syawal.

Menurut dia ikut serta dalam penyelenggaraan Sekura menjadi salah satu hal yang penting guna menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

Keterlibatannya dalam setiap perayaan Sekura merupakan wujud komitmen dan kecintaan terhadap tradisi nenek moyang. Maka dari itu generasi muda harus terus mengambil peran agar budaya ini tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Namun begitu, dirinya berharap pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada seremoni tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, baik melalui pendidikan maupun kegiatan kreatif lainnya.

Realitas modern memang menghadirkan tantangan tersendiri, dan tidak semua orang memiliki kepedulian yang sama terhadap budaya. Namun, di tengah tantangan itu, masih ada harapan dari wajah-wajah muda yang dengan bangga mengenakan topeng Sekura, berjalan di tengah keramaian, dan menjadi bagian dari cerita besar budaya.

Sekura Cakak Buah, dengan segala keunikan dan nilai yang dimilikinya, merupakan warisan yang tak ternilai. Di balik topeng-topeng itu, ada identitas yang dijaga. Ada sejarah yang dirawat. Dan ada harapan yang terus menyala bahwa Sekura akan tetap lestari, menjadi kebanggaan, dan terus bercerita tentang siapa kita sebenarnya.

Mereka adalah bukti bahwa tradisi tidak harus kalah oleh zaman. Bahwa budaya bisa tetap hidup jika ada kemauan untuk menjaganya dan selama masih ada generasi muda yang peduli. Selama masih ada masyarakat yang mau terlibat, tradisi ini akan terus hidup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.