Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krakatau Festival 2025 Tampilkan Budaya Lampung yang Berkarakter

📅 Jumat, 04 Jul 2025, 20:08 WIB | Oleh:
Krakatau Festival 2025 Tampilkan Budaya Lampung yang Berkarakter Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ket. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung Bobby Irawan saat memberi keterangan terkait Krakatau Festival ke 34.

BANDARLAMPUNG - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung menyatakan gelaran Krakatau Festival 2025 tetap mengusung budaya Sekura, Tuping dan Nyubuk atau penggunaan topeng oleh masyarakat adat Lampung.

"Sebenarnya beberapa tahun silam dalam penyelenggaraan Festival Krakatau ada beberapa menu utama salah satunya adalah pawai budaya dengan pakaian adat, tanpa topeng karena masih menampilkan pawai gajah. Namun saat ini ada aturan ketat terkait tersebut, sehingga tema berubah," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung Bobby Irawan di Bandarlampung, Jumat (4/7).

Ia mengatakan seiring dengan perkembangan zaman, serta semakin banyak kreasi dalam pelaksanaan pawai budaya di Festival Krakatau. Sejak 2023 pemerintah daerah mengusung budaya topeng Sekura yang berasal dari Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat, Tuping 12 karakter dari Kabupaten Lampung Selatan dan Nyubuk Muli adat dari suku Lampung Pepadun dalam kegiatan pawai budaya Krakatau Festival.

"Jadi budaya penutup wajah di Lampung ini dipilih sebagai tema selama beberapa tahun ini, karena kami mendapat masukan dari banyak pihak seperti penutur budaya dan sejarah. Sebab budaya topeng Lampung ini merupakan budaya yang kuat karakternya, serta cukup unik untuk diperkenalkan secara luas," katanya.

Dia menjelaskan budaya topeng masyarakat Lampung dinilai berkarakter dan mengakar, sebab budaya warisan masyarakat adat tempo dulu masih tetap digunakan oleh masyarakat Lampung saat ini.

"Seperti Sekura ini ada di abad ke delapan, dan hingga saat ini di Lampung Barat masih dilestarikan oleh masyarakat. Di Indonesia memang banyak penggunaan topeng, namun hanya sebatas kesenian," ucap dia.

Ia mengharapkan dengan terus mengusung budaya penggunaan topeng masyarakat Lampung melalui budaya Sekura, Tuping, dan Nyubuk, maka budaya topeng dapat menjadi warisan budaya yang dikenal secara luas.

"Dalam penyelenggaraan Festival Krakatau di tahun mendatang diharapkan bisa meningkat tidak hanya dikenal secara nasional, tapi bisa mendunia dan budaya topeng ini bisa dikenal oleh secara global sebagai warisan budaya Lampung yang berkarakter serta lekat dengan sejarah masyarakat Lampung," tambahnya.

Diketahui rangkaian acara Festival Krakatau ke 34 di Lampung meliputi Festival Kanik'an, pameran pasar pariwisata dan produk UMKM ekonomi kreatif, lomba kreasi sambal Seruit Lampung, Lampung Mask Street Carnaval, Krakatau Run, dan malam pesona Kemilau K-Fest. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Jakarta Kenalkan Destinasi ...
Luar Negeri
Virus Mpox Sampai ke Russia...
Megapolitan
Warga Jakarta dan Sekitarny...

Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Nunjem

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Harga Tandan Buah Segar Kel...

Dunia Pendidikan Dibuat Susah Kabut Asap

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dunia Pendidikan Dibuat Sus...

Era Digital Makin Meninggalkan Etika Jurnalistik?

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Era Digital Makin Meninggal...
Daerah
Bansos agar Tepat Sasaran P...
Olahraga
Belum Pernah Mendapat 3 Poi...
Olahraga
Persija Jakarta Menang Teru...
Advertisement
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.