Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Natuna Siapkan Skema Penjualan Melon Petani ke SPPG untuk Program MBG

📅 Minggu, 28 Des 2025, 09:58 WIB | Oleh:
Bupati Natuna Siapkan Skema Penjualan Melon Petani ke SPPG untuk Program MBG Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Natuna Cen Sui Lan saat panen melon di Natuna, Kepri pada Sabtu (27/12).

Bupati Natuna, Provinsi Kepulauan Riau Cen Sui Lan mengatakan pemerintah kabupaten (Pemkab) sedang menyiapkan langkah yang menghubungkan petani melon dapat menjual hasil panennya ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Cen Sui Lan saat melakukan panen melon bersama petani di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah, Sabtu (27/12),  mengatakan Pemkab Natuna tengah menyiapkan langkah agar hasil panen petani dapat dipasarkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Natuna.

Harapannya dengan langkah itu akan semakin meningkatkan semangat petani-petani melon di Natuna untuk menaikkan produksinya. 

“Kita minta nanti SPPG agar bisa mengambil hasil petani lokal, sesuai dengan keinginan Bapak Presiden, selain memperbaiki gizi anak, MBG juga bertujuan untuk menumbuhkan ekonomi,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna Wan Syazali mengatakan total hasil panen melon yang juga dihadiri dirinya, Camat Bunguran Tengah, Kepala Desa Harapan Jaya, serta sejumlah petani itu diperkirakan mencapai satu hingga dua ton.

Ia mengatakan petani yang melakukan panen tersebut merupakan penerima bantuan pupuk dari Pemerintah Kabupaten Natuna.

"Petani itu juga merupakan salah satu anggota kelompok tani yang mendapatkan bantuan pupuk," ujar dia.

Terkait rencana penjualan hasil pertanian ke SPPG, ia mengatakan Pemkab akan menjadwalkan pertemuan dengan Kepala SPPG, Koordinator Wilayah Natuna, Koordinator Regional Kepulauan Riau serta mitra Program MBG.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengetahui harga beli bahan pangan segar oleh SPPG serta menyusun skema kerja sama yang saling menguntungkan antara petani dan SPPG.

Salah satu poin dalam kerja sama tersebut nantinya, lanjutnya, adalah kesepakatan harga antara petani dan SPPG.

Pada kesepakatan itu, petani tidak diperbolehkan menaikkan harga sesuka hati, sementara SPPG juga tidak diperkenankan membeli bahan pangan dari luar daerah saat harga pertanian di luar sedang turun.

“Kami ingin petani menjadi penyedia utama bahan pangan segar bagi SPPG. Dengan adanya perjanjian kerja sama, petani akan lebih termotivasi meningkatkan produksi, sementara SPPG tidak kesulitan memenuhi kebutuhan bahan pangan,” kata Wan Syazali.

Ia menambahkan, penggunaan bahan pangan dari petani lokal dinilai lebih aman dan mudah diawasi. Selain itu, apabila ditemukan permasalahan pada bahan pangan, proses penanganan akan lebih cepat dibandingkan jika bahan pangan didatangkan dari luar daerah.

“Petani lokal merupakan binaan DKPP, sehingga kualitas dan keamanan pangan lebih terjamin. SPPG juga lebih mudah meminta pertanggungjawaban apabila ditemukan bahan pangan yang tidak memenuhi standar,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
  • KADIN Sebut Industri Kendaraan Listrik Kurangi Emisi dan Buka Lapangan Kerja
    Ulasan dari Koran Jakarta ini memberikan landasan berpikir ...
  • 4,45 Juta IKM Wajib Hijau Kalau Mau Tembus Rantai Pasok Global & Akses Pembiayaan
    Langkah taktis yang sangat presisi dari Kemenperin. Mengacu ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Dua Daerah yang Mengalami Inflasi Paling Tinggi  

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Daerah yang Mengalami I...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Dugaan Korupsi dalam Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unila dan Unsoed

Dugaan Korupsi dalam Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unila dan Unsoed

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.