Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tradisi Sekura Cakak Buah, Pesta Topeng Sarat Makna dari Warisan Budaya Lampung

📅 Selasa, 24 Mar 2026, 10:57 WIB | Oleh:

20260324105831_1000848637.jpg

Dalam Sekura, seseorang belajar untuk tampil di hadapan publik, meski dengan wajah tertutup topeng. Ada keberanian yang dibangun, ada kepercayaan diri yang tumbuh, dan ada rasa kebersamaan yang diperkuat.

Tidak hanya itu, Sekura juga menjadi ruang ekspresi kreatif bagi masyarakat. Berbagai bentuk topeng yang digunakan mencerminkan imajinasi, keterampilan, dan kreativitas pembuatnya.

Setiap topeng memiliki karakter dan cerita tersendiri, menjadikan Sekura sebagai panggung seni yang hidup. Pada pesta Sekura terdapat dua aspek t9 openg yang dipakai yakni Sekura Kamak dan Sekura Betik. Sekura Kamak biasanya ditandai dengan topeng menyeramkan dan membawa pepohonan. Hal ini melambangkan nafsu, angkara murka, dan kejahatan.

Sementara itu Sekura Betik ditandai dengan penampilan yang rapih dan sopan karena hal ini melambangkan kebaikan. Filosofinya adalah keseimbangan antara kebaikan dan kejahatan, yang selalu berpasangan dalam kehidupan.

Keunikan inilah yang membuat Sekura diakui sebagai warisan budaya takbenda Indonesia. Pengakuan tersebut bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus menjaga dan melestarikannya.

Parosil melihat potensi besar Sekura sebagai daya tarik wisata budaya. Dalam pandangannya, tradisi ini memiliki nilai jual yang tinggi karena keunikannya yang tidak dimiliki daerah lain.

Jika dikelola dengan baik, pesta Sekura bisa menjadi magnet bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya berdampak pada aspek sosial dan kultural, tetapi juga ekonomi.

Namun,  pengembangan wisata budaya harus tetap menjaga keaslian dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Jangan sampai komersialisasi justru merusak esensi budaya itu sendiri.

Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah Sekura. Mulai dari penyelenggaraan yang tertib, hingga menjaga agar tidak ada unsur-unsur negatif yang mencederai nilai budaya.

Hal yang perlu diingat juga, Sekura jangan diisi dengan hal-hal yang tidak pantas, seperti musik atau perilaku yang bertentangan dengan norma adat. Sebab baginya, menjaga budaya berarti juga menjaga kehormatan dan identitas masyarakat.

Ajakan tersebut tidak hanya ditujukan kepada panitia, tetapi kepada seluruh masyarakat Lampung Barat. Sebab, keberhasilan pelestarian budaya sangat bergantung pada partisipasi kolektif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Kano Sprint Loloskan Dua Wakil ke Final

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kano Sprint Loloskan Dua Wa...
Megapolitan
Tangerang Masuk Zona Merah ...
Megapolitan
Wakil DPRD Bekasi dan Anggo...
Megapolitan
JFW Bagian Penting Jakarta ...
Olahraga
Marselino Gabung Persija, M...
Nasional
Pelaku Usaha Dorong Optimal...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.