Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pesta Adat Lom Plai untuk Pelestarian Tradisi dan Budaya Kaltim

📅 Selasa, 24 Mar 2026, 06:12 WIB | Oleh:
Pesta Adat Lom Plai untuk Pelestarian Tradisi dan Budaya Kaltim Doc: ist
Ket. memelihara tradisi

SAMARINDA – Penyelenggaraan rangkaian pesta adat Lom Plai 2026 di Desa Nehas Liah Bing, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim untuk memperkuat pelestarian nilai-nilai tradisi yang telah mengakar kuat di masyarakat.

"Pesta adat Lom Plai bukan sekadar perayaan syukur atas hasil panen, melainkan manifestasi nyata dari keteguhan masyarakat Dayak Wehea dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Ririn Sari Dewi saat dikonfirmasi di Samarinda, Senin.

Ririn menjelaskan bahwa rangkaian acara yang berlangsung mulai Maret hingga April ini menjadi salah satu daya tarik wisata budaya unggulan yang masuk dalam kalender Karisma Even Nusantara (KEN) 2026.

Tradisi tahunan ini diawali secara sakral melalui prosesi Ngesea Egung atau pemukulan gong pada 23 Maret sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian ritual.

Masyarakat adat kemudian melaksanakan Laq Pesyai dengan berbondong-bondong menuju hulu Sungai Wehea untuk mengambil buah hutan dan rotan sebagai perlengkapan upacara.

Prosesi berlanjut pada ritual Naq Pesyai Duq Min dan Wet Min yang merupakan simbolisasi pembuatan batas wilayah hulu serta hilir kampung menggunakan anyaman rotan.

"Keunikan budaya Wehea juga tampak pada ritual Ngelwung Pan, dimana para perempuan adat melakukan ritual spiritual secara tertutup di bawah rumah keturunan Hepui," papar Ririn.

Memasuki bulan April, warga adat mulai membangun pondok darurat di pinggir sungai dalam tradisi Naq Jengea sebagai persiapan menjelang hari puncak.

Puncak perayaan atau Bob Jengea dimeriahkan dengan pawai budaya, penampilan tari Hudoq, hingga atraksi perang-perangan di atas sungai yang dikenal dengan Seksiang.

Seluruh rangkaian upacara adat ini akan ditutup dengan ritual pembersihan kampung Embos Epaq Plai pada 29 April 2026 guna mengusir hal buruk dan memohon keberkahan musim tanam mendatang.

"Kami berharap kolaborasi antara pemangku adat dan pemerintah daerah dapat terus menjaga keberlanjutan tradisi ini sebagai warisan intelektual bangsa," kata Ririn.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.