Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

H+4 Lebaran 2026, Polres Cianjur Arahkan Pemudik ke Jalur Alternatif Jonggol dan Sukabumi

📅 Selasa, 24 Mar 2026, 06:10 WIB | Oleh:
H+4 Lebaran 2026, Polres Cianjur Arahkan Pemudik ke Jalur Alternatif Jonggol dan Sukabumi Doc: Antara Foto
Ket. Puncak arus balik di jalur utama Cianjur, Jawa Barat terjadi pada H+3 lebaran, dimana kendaraan yang melintas mencapai 22 ribu unit mengakibatkan antrean panjang kendaraan pada pagi hingga petang.

Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mengarahkan pemudik ke jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi guna menghindari terjebak antrean panjang di jalur Puncak-Cianjur seiring tingginya volume kendaraan yang diprediksi meningkat pada H+4 Lebaran, Selasa (24/3).

Kepala Satlantas Polres Cianjur Ajun Komisaris Polisi Aang Andi Suhandi di Cianjur, Senin, mengatakan puncak arus balik sudah terjadi pada H+3 hari ini sejak pagi hingga malam sehingga pihaknya melakukan sejumlah rekayasa arus lalu lintas, termasuk menutup jalur menuju Puncak dari Cianjur.

Hal tersebut dilakukan guna mengurai antrean yang terus memanjang dengan laju kendaraan yang terhenti selama beberapa menit mengarah ke Puncak-Bogor dengan ekor antrean mencapai 18 kilometer.

"Kami lakukan berbagai upaya mengantisipasi macet total pada arus balik 2026, salah satunya mengarahkan pemudik dengan tujuan Jabodetabek dan Banten ke jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi," katanya.

Ia meminta pengendara dengan tujuan balik ke perantauan masing-masing menghindari melintas di jalur Puncak-Cianjur karena diprediksi volume kendaraan masih tetap tinggi pada H+4 Lebaran, berbaur dengan kendaraan wisatawan ke berbagai destinasi wisata.

Para petugas di masing-masing pos pengamanan mulai dari Haurwangi perbatasan Cianjur-Bandung Barat akan mengarahkan pengendara dengan tujuan Jabodetabek dan Banten untuk mengambil jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi guna menghindari antrean panjang di Puncak.

Tim pengurai macet disiagakan di sejumlah titik rawan macet guna mengurai antrean, termasuk mengarahkan pengendara ke jalur alternatif, agar macet total hingga berjam-jam di jalur Puncak tidak sampai terjadi.

"Berbagai upaya dilakukan guna mengurai kepadatan di sepanjang jalur utama Cianjur. Kami meminta pengendara mematuhi aturan lalu lintas dan mengindahkan anjuran petugas agar aman, nyaman, dan lancar sampai ke perantauan," katanya.

Dia menambahkan penutupan arus menuju Puncak akan kembali diterapkan ketika pada H+4 Lebaran arus kendaraan kembali mengalami antrean panjang lebih dari 5 kilometer. Rekayasa arus akan diberlakukan sejak pagi hingga malam secara situasional.

"Kami terus berupaya melakukan antisipasi dan penanganan cepat ketika antrean panjang kembali terjadi pada H+4 Lebaran. Sejumlah rekayasa arus mulai dari penyekatan, sistem satu arah, dan penutupan jalur akan kembali diterapkan secara situasional." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

15 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...

Pelatihan pembuatan roti dan kue di Jakarta

20 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...
Daerah
Gunung Lewotobi Laki-Laki A...
Rona
Pemusatan latihan Gita Baha...

Kejuaraan Seluncur Es Terbuka Asia 2026

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Kejuaraan Seluncur Es Terbu...

Realisasi PNBP Sumatera Selatan

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Realisasi PNBP Sumatera Sel...

Optimalisasi pengelolaan sampah TPS 3R

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Optimalisasi pengelolaan sa...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.