Pasar saham Asia Anjlok di Tengah Ancaman Penghancuran Infrastruktur Energi di Timur Tengah
📅 Senin, 23 Mar 2026, 16:25 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPara analis telah memperingatkan bahwa harga energi kemungkinan akan naik lebih signifikan lagi jika selat tersebut tetap tertutup secara efektif, dengan beberapa pengamat memperkirakan harga minyak akan mencapai $150 atau bahkan $200 per barel.
Pada hari Minggu, Trump melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk membahas situasi di Timur Tengah, termasuk penutupan efektif selat tersebut.
Kedua pemimpin sepakat bahwa membuka blokade selat tersebut "sangat penting untuk memastikan stabilitas di pasar energi global," kata kantor Starmer dalam sebuah pernyataan.
Trump telah memberikan pesan yang saling bertentangan tentang tujuan perang dan berapa lama perang itu akan berlangsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa jam sebelum mengeluarkan ultimatumnya pada hari Sabtu, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya "sangat dekat untuk mencapai tujuan kami saat kami mempertimbangkan untuk mengakhiri" operasi militer terhadap Iran.
Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Nadav Shoshani, pekan lalu mengatakan kepada wartawan bahwa para pejabat memiliki rencana terperinci untuk setidaknya tiga minggu perang lagi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (3)
05 Apr 2026, 21:07 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 21:08 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 21:08 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!