Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komisi XIII DPR Setujui Pagu Anggaran Kemenham 2027 Rp953,1 Miliar

2 Rabu, 17 Jun 2026, 16:45 WIB | Oleh:
Komisi XIII DPR Setujui Pagu Anggaran Kemenham 2027 Rp953,1 Miliar Komisi XIII DPR Setujui Pagu Anggaran Kemenham 2027 Rp953,1 Miliar Doc: antara foto
Ket. Komisi XIII DPR RI rapat kerja bersama Kemenham di Senayan, Jakarta, Rabu (17/6).

JAKARTA - Komisi XIII DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) pada 2027 sebesar Rp953,1 miliar.

Anggaran tersebut terdiri atas pagu indikatif yang ditetapkan Kementerian Keuangan dan Bappenas Rp728,1 miliar dan usulan tambahan anggaran Kemenham yang disetujui Rp224,97 miliar.

“Total keseluruhan pagu indikatif dan usulan tambahan anggaran Kemenham 2027 yang disetujui menjadi Rp953.101.376.000,” kata Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya dalam rapat kerja bersama Menteri HAM Natalius Pigai di Senayan, Jakarta, Rabu (17/6).

Dalam rapat tersebut, Pigai menjelaskan bahwa Kemenham mendapat pagu indikatif tahun anggaran 2027 sebesar Rp728.129.471.000. Angka itu naik satu persen dibanding total pagu 2026 yang berjumlah Rp718.129.472.000.

Adapun pagu indikatif Kemenham tahun depan terdiri atas Rp248,09 miliar untuk program pemajuan dan penegakan HAM serta Rp480,03 miliar untuk program dukungan manajemen.

Pigai menambahkan, Kemenham pada tahun ini telah merekrut 500 pegawai baru sehingga total pegawai bertambah menjadi 1.800 orang. Namun, anggaran untuk belanja pegawai baru tidak termasuk dalam pagu indikatif yang ditetapkan.

Oleh karena itu, ia mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp492,9 miliar yang terdiri atas Rp224,97 miliar untuk program pemajuan dan penegakan HAM serta Rp267,92 miliar untuk program dukungan manajemen.

Terhadap usulan tambahan anggaran itu, Komisi XIII hanya menyetujui penambahan anggaran untuk program pemajuan dan penegakan HAM.

Anggota Komisi XIII Rieke Diah Pitaloka mengatakan usulan tambahan anggaran yang diajukan menunjukkan Kemenham belum sepenuhnya berorientasi pada penyelenggaraan layanan karena masih berada pada fase pembangunan institusi.

Rieke mengatakan usulan tambahan anggaran Kemenham belum mencerminkan prioritas inti kementerian, terutama pelayanan pengaduan HAM, perlindungan dan pemulihan korban, serta penilaian kepatuhan HAM.

Sementara itu, Willy Aditya, selaku pimpinan rapat, menyoroti dokumen usulan tambahan anggaran baru diserahkan kepada Komisi XIII saat rapat berjalan sehingga pihaknya tidak dapat mencermati maupun mengkritisi lebih lanjut.

“Kenapa baru diusulkan di dalam rapat? Bagaimana mau membahasnya?” kata dia.

Kendati demikian, Komisi XIII berkomitmen mendukung upaya pemajuan HAM demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih beradab. Maka dari itu, Komisi hanya menyetujui usulan tambahan anggaran pemajuan dan penegakan HAM, sementara usulan dukungan manajemen ditolak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Suriah Gagalkan Serangan Sa...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.