Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkebunan Cengkeh Jadi Andalan Ekonomi Petani di Lebak

9 Rabu, 17 Jun 2026, 16:23 WIB | Oleh:
Perkebunan Cengkeh Jadi Andalan Ekonomi Petani di Lebak Perkebunan Cengkeh Jadi Andalan Ekonomi Petani di Lebak Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Petani menjemur cengkeh agar cepat mengalami kekeringan untuk dijual ke penampung di Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten.

LEBAK -- Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar menyebut komoditas cengkeh masih menjadi andalan ekonomi petani di daerah itu.

Rahmat di Lebak, Selasa, mengatakan pengembangan perkebunan cengkeh sangat cocok dilakukan di wilayah Kabupaten Lebak yang didominasi kawasan pegunungan dan perbukitan.

"Kami mengapresiasi perkebunan cengkeh yang menjadi andalan ekonomi petani," katanya.

Menurut dia, petani umumnya membudidayakan cengkeh di lahan dengan ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut.

Sentra perkebunan cengkeh tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Sobang, Cipanas, Lebak Gedong, Bojongmanik, Cirinten, Leuwidamar, Bayah, Panggarangan, Cilograng, Cigemblong, Cibeber, Gunungkencana, Banjarsari, dan Cijaku.

Rahmat mengatakan pihaknya belum melakukan pendataan terbaru mengenai produksi dan produktivitas perkebunan cengkeh di daerah tersebut.

Ia menyebut seluruh sentra cengkeh berada di kawasan pegunungan dan perbukitan, termasuk di sekitar kaki Gunung Halimun Salak.

Menurut dia, pengembangan perkebunan cengkeh kembali menggeliat karena harga jual di tingkat petani cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada masa lalu, kata dia, komoditas cengkeh pernah menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Namun, ketika harga anjlok pada era 1980-an, banyak kebun tidak lagi dirawat bahkan ditebang.

"Sekarang harga cengkeh relatif baik dan permintaannya cukup tinggi," katanya.

Petani cengkeh asal Kecamatan Lebak Gedong, Sulaeman, mengaku harga cengkeh kering di tingkat penampung saat ini mencapai Rp110 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp100 ribu per kilogram.

Ia mengatakan kenaikan harga tersebut memberikan tambahan pendapatan bagi petani. Dari penjualan 100 kilogram cengkeh kering, dirinya memperoleh pendapatan sebesar Rp11 juta.

"Kami menyambut baik kenaikan harga cengkeh karena membantu meningkatkan pendapatan keluarga," katanya.

Petani lainnya, Sumardi, juga mengaku memperoleh manfaat dari membaiknya harga komoditas tersebut. Ia menjual 50 kilogram cengkeh kering dengan harga Rp110 ribu per kilogram dan memperoleh pendapatan Rp5,5 juta.

"Kami sangat terbantu secara ekonomi dari hasil perkebunan cengkeh," katanya.

Sementara itu, penampung hasil bumi di Pasar Rangkasbitung, Bambang, mengatakan harga cengkeh mengalami kenaikan karena belum memasuki musim panen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Daerah
Malam Ini Hujan Abu Vulkani...
Ekonomi
Validitas Data Pertumbuhan ...
Olahraga
Napoli Memutus Rentetan Kem...
Advertisement
Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.